logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Oktober 2006 EKONOMI
Line

2007, Kredit Bank 20 %

  • Dukung Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA-Perbankan nasional akan mendukung target pertumbuhan ekonomi 2007 sebesar 6,3 persen. Komitmen itu dijalankan dengan meningkatkan penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 20 persen dibanding tahun lalu 15 persen.

Direktur Retail PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib mengatakan hal itu di Jakarta kemarin. Menurut dia, perbankan mendukung target pertumbuhan ekonomi 2007 itu, dengan mengalokasikan peningkatan kredit sebesar 20 persen.

"Padahal tahun lalu, realisasi penyaluran kredit hanya 15 persen," katanya.

Untuk mendorong pertumbuhan kredit sebesar 20 persen itu, lanjut dia, maka perbankan akan terus menurunkan tingkat suku bunga kredit yang saat ini masih berkisar di level antara 16 sampai 17 persen.

Apabila Bank Indonesia (BI) terus konsisten menurunkan BI rate hingga mencapai antara 8 sampai 9 persen pada 2007, maka bunga kredit bank akan berkisar di level 13-14 persen. Namun suku bunga kredit untuk bisa mencapai level antara 12-13 persen pada 2007, diperkirakan agak sulit, karena tingkat bunga SBI akan terpatok pada level 8 sampai 9 persen saja.

"Suku bunga kredit pada 2004 pernah mencapai antara 12 sampai 13 persen, ketika bunga BI rate mencapai 7 persen. Dengan penurunan bunga kredit itu, nasabah diharapkan akan datang mencari kredit baru yang diharapkan akan memicu ekonomi nasional tumbuh dengan lebih cepat," jelasnya.

Kehati-hatian

Kostaman berpendapat, pertumbuhan ekonomi itu akan semakin cepat, apabila belanja modal negara yang belum dioptimalkan segera dilaksanakan. Dengan demikian target pertumbuhan ekonomi 2007 sebesar 6,3 persen akan bisa tercapai.

Bank Mega sendiri, kata dia mempersiapkan diri untuk mendukung kredit tumbuh sebesar 20 persen dengan melihat SBI berada pada satu digit.

Kalau kondisi bunga SBI bisa satu digit, tentu merupakan peluang yang sangat baik untuk menyalurkan kredit, meski sikap kehati-hatian terus dijalankan.

Bahkan Bank Mega Tbk telah berhasil meningkatkan tabungan dan giro yang sejak Januari sampai September 2006 mencapak Rp triliun dalam upaya mengurangi tabungan deposito atau tumbuh sebesar 52 persen. Upaya ini dalam upaya menekan suku bunga funding (dana), sehingga suku bunga kredit akan kembali turun.

" Pemerintah juga sudah mempersiapkan diri untuk lebih memicu target pertumbuhan itu dengan melakukan berbagai upaya. Antara lain, sistem perpajakan yang lebih baik, sistem investasi yang lebih kondusif, kepastian hukum, dan keamanan dalam melakukan kegiatan usaha," paparnya

Karena tanpa pembenahan dan upaya yang dilakukan lebih dini oleh pemerintah, sambung dia, kemungkinan sulit untuk mengundang investor asing maupun lokal untuk menginvestasikan dana di pasar lokal. (bn-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA