logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Oktober 2006 BUDAYA
Line

Penabuh Gong Tanpa Ekspresi

RAMADHAN kali ini, wajah Ortis yang hitam manis selalu muncul di Trans TV dan TV7. Ya, dialah penabuh gong yang lugu, pendiam, dan tanpa ekspresi di Kerajaan Sahur. Ternyata peran tersebut justru membuat pria asal Sorong, Papua, itu menjadi favorit pemirsa.

Artis Fernandos Sagrim (29), begitulah nama lengkapnya, cuma muncul saat kuis. Namun pemirsa menunggu-nunggu kehadirannya.

Peran tanpa dialog itu membawa keberuntungan tersendiri bagi lulusan STT Telkom Bandung tersebut. Karakter yang dia bawakan membuat penonton di rumah terpingkal-pingkal.

Apakah Ortis selugu dan sependiam itu? Ternyata tidak. Pria yang setahun terakhir menjadi karyawan Trans TV itu ternyata cerdas dan periang.

''Ternyata saya bisa omong juga kan? Bukan pendiam dan bloon seperti peran saya. Saya memang lugu, bloon, dan pendiam karena peran. Aslinya saya suka mengobrol dan bercanda,'' ujar dia.

Tahun lalu Ortis lulus sebagai sarjana teknik jurusan elektro. Dia melamar dan diterima sebagai Unit Production Manager Divisi Produksi Trans TV.

Namun rupanya dia beralih profesi secara tak sengaja. ''Saya beberapa kali jadi figuran dalam acara yang saya pegang, Komedi Malam. Itu juga cuma mengisi kekosongan figuran,'' ujarnya.

Anak ketujuh dari delapan bersaudara itu mengaku bersyukur atas kesempatan tanpa terduga itu. Dia mengaku tak pernah bermimpi menjadi artis. Apalagi pelawak.

Keluarga Ortis di Papua sangat mendukung karier barunya itu. Mereka mendorong dia agar bisa memainkan karakter yang lebih bloon lagi.

''Mereka malah minta saya tampil lebih bloon. Mereka bangga sekali. Apalagi saat tahu hasil survei menunjukkan saya tokoh favorit pemirsa,'' ujarnya bangga.

Selain menjadi kebanggaan keluarga dan terkenal, Ortis juga memperoleh rezeki lumayan banyak dari peran penabuh gong. ''Lumayan. Namun jelas, masih jauh di bawah teman-teman artis yang lebih dulu terkenal. Saya sadar dirilah. Sekarang saya kan bukan siapa-siapa,'' ucap dia.

Saat ini dia juga telah menyelesaikan film televisi (FTV) pertama. ''Saya mendapat peran baru yang sangat berbeda dalam FTV spesial Lebaran di Trans TV dan TV7. Saya menjadi centeng. Pokoknya beda banget.''

Namun ternyata dia tak menggantungkan harapan terlampau tinggi di dunia peran. ''Saya mengalir saja kok. Soalnya, sekarang kan saya berstatus karyawan. Sepanjang tak mengganggu pekerjaan, pasti saya senang terlibat seni peran.'' (Tresnawati-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA