| Kamis, 19 Oktober 2006 | BANYUMAS |
Bupati Diminta Tingkatkan Mutu Lingkungan
BANJARNEGARA - Setelah tertunda dua kali, akhirnya pasangan calon terpilih Pilkada Banjarnegara 2006, Djasri-Soehardjo, dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara periode 2006-2011. Gubernur H Mardiyanto mereka di Pendapa Dipayudha Adigraha, Rabu (18/10) pukul 10.00. Semua prosesi pelantikan, mulai pengambilan sumpah hingga penyematan tanda jabatan, berjalan lancar. Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memberikan plakat penghargaan kepada wakil bupati lama, Hadi Supeno, atas jasa dan pengabdiannya selama lima tahun terakhir di Banjarnegara. Dalam sambutannya, Gubernur meminta Bupati dan Wakil Bupati segera melakukan konsolidasi politik pascapilkada. Hal itu dimaksudkan supaya masyarakat kembali bersatu dan bekerja sama untuk membangun daerah. Selanjutnya, dia meminta agar waktu lima tahun itu dimanfaatkan untuk mengefektifkan program-program dan kegiatan yang belum selesai. Rencana strategis (renstra) pembangunan segera disusun berdasar pembangunan nasional dan provinsi. Tak kalah pentingnya, Gubernur menekankan agar program dan kegiatan konservasi lahan yang berwawasan lingkungan terus ditingkatkan sehingga tak terjadi lagi bencana tanah longsor seperti di Sijeruk, 4 Januari lalu. Konsolidasi Bupati Djasri seusai pelantikan menyatakan akan langsung melakukan konsolidasi politik pascapilkada seperti dianjurkan Gubernur H Mardiyanto. Sisa waktu tarawih keliling dalam Ramadan ini akan dimanfaatkan untuk bertemu dengan masyarakat dan berdialog. Dia bersyukur, Ramadan dan Syawal sangat pas dan mendukung untuk konsolidasi sekalian menunaikan ibadah. "Setelah pelantikan, rasanya plong karena semua prosesi pilkada telah berjalan lancar dan sukses." Dia mengemukakan, bersama dengan Wakil Bupati Soehardjo akan berkonsentrasi menuntaskan program dan kegiatan yang belum terselesaikan tahun sebelumnya. Kini mereka sudah mulai mempersiapkan RAPBD 2007. Sejumlah bidang seperti pendidikan dan pembangunan desa, lanjut dia, akan menjadi prioritas. "Dana untuk pendidikan 20 persen dan dana pembangunan desa mulai kami susun dalam RAPBD 2007. Untuk desa kecil dianggarkan Rp 100 juta, desa sedang Rp 105 juta dan desa besar Rp 110 juta," urai dia. (H25-36m) |