| Selasa, 17 Oktober 2006 | SALA |
Ada Lima Titik Rawan Kecelakaan dan KemacetanSRAGEN - Menjelang Lebaran, Polres Sragen mengadakan persiapan pengamanan serta penempatan petugas di pos-pos rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Hal itu dimaksudkan untuk kenyamanan arus mudik di Sragen. Kapolres AKBP Sri Handayani melalui Kasatlantas AKP Choiron El Atiq SH SIK mengemukakan, sejumlah titik rawan kecelakaan ataupun kemacetan di Jalan Raya Solo-Sragen harus diwaspadai pemudik. Titik rawan kecelakaan itu berada di Jalan Raya Solo-Sragen Km 14-15, tepatnya di Desa Ngijo, Masaran, Sragen. Di samping itu, terdapat jalur rawan macet di Jalan Ahmad Yani depan Pasar Kota serta Jalan Setiabudhi, perempatan Jetis, Kota Sragen. ''Untuk kelancaran arus mudik ataupun balik, kami menyiapkan peta jalur utama dan alternatif serta pengalihan jalur jika terjadi kemacetan,'' ujar Kasatlantas, kemarin. Polres sore kemarin menggelar Operasi Ketupat Candi 2006. Tujuannya, memperlancar arus mudik serta menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik. ''Polres Sragen juga memetakan pengalihan arus ataupun penanganan kemacetan.'' Jalur jalan utama yang masuk zona A, B, dan C meliputi jalan utama Grompol-Banaran (perbatasan Jateng-Jatim) sejauh 31,6 km. Jalur utama zona A meliputi Grompol-Sidoharjo sepanjang 11 km, jika mengalami kemacetan akan dialihkan ke jalur Plupuh-Tanon-Ringroad Utara sejauh 14 km. Selanjutnya jalur utama Zona B meliputi Sidoharjo-Kota Sragen sepanjang 8 km, jika terjadi kemacetan dialihkan ke Ringroad Utara dan Selatan. Kemudian zona C Kota Sragen - Banaran sepanjang 13 km, jika terjadi kemacetan diarahkan ke Pilangsari lalu ke utara menuju Desa Cemeng kemudian tembus Sambungmacan sejauh 20 km. Sejumlah pengemudi yang biasa menempuh jalur Semarang-Surabaya biasa mengambil jalur alternatif dari Tingkir (Salatiga) tembus Boyolali-Gemolong-Kota Sragen-Sambungmacan terus menuju ke Surabaya. Jalur itu bisa mempersingkat jarak hingga 20 km. Karena sudah banyak yang mengetahui jalur alternatif itu, diperkiraan jalur itu akan cukup padat kendaraan bermotor pemudik. Kabag Operasional Kompol Suwarman mengungkapkan, Operasi Ketupat Candi 2006 juga melibatkan aparat terkait, seperti TNI, CPM, paramedis, Satpol PP, dan bantuan komunikasi ORARI. (nin-67j) |