| Selasa, 17 Oktober 2006 | SALA |
Kesiapan Dikpora Diragukan
SOLO - Kesiapan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Surakarta diragukan, jika anggaran pendidikan dipenuhi 20% sesuai dengan amanat konstitusi. Dikhawatirkan, anggaran itu hanya asal habis tanpa ada program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan untuk memajukan dunia pendidikan. Hal itu dikemukakan Efendi Siahaan, anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta, saat rapat dengan Dinas Dikpora di aula SMKN 7 Solo, kemarin. Rapat tersebut membahas rencana program kerja Dikpora Tahun Anggaran (TA) 2007 dihadiri semua staf, kepala sekolah, pengawas, penilik sekolah, Dewan Pendidikan, dan Bappeda. ''Saya justru khawatir nanti hanya asal ngecakne anggaran saja dan yang penting habis. Justru, sekarang ini yang diperlukan adalah kesiapan semua pihak di jajaran pendidikan untuk menyusun program kerja yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Jadi, semua terukur agar hasilnya bisa maksimal,'' ungkap dia. DPRD sangat mendukung usulan anggaran yang dicanangkan Dikpora, yaitu mengupayakan pemenuhan anggaran 15% pada 2007. Selanjutnya baru diupayakan penuh 20% pada 2008 atau paling lambat 2009. Langsung Dipebuhi Kepala Dinas Dikpora Drs Amsori SH MPd mengemukakan, sangat wajar pertanyaan itu muncul karena bisa jadi memang belum ada kesiapan Dikpora, termasuk sekolah-sekolah jika nanti anggaran dipenuhi 20%. ''Lhawong biasanya cuma anggaran Rp 50 juta, sekarang miliaran. Apa mampu?'' Wali Kota sudah menginformasikan, pada prinsipnya Pemkot siap menyediakan anggaran 20% pada TA 2007. Tidak hanya naik secara bertahap sampai 2009 namun langsung akan dipenuhi. Pihaknya sudah mengantisipasi dengan merancang program sesuai dengan rencana jangka pendek yang digariskan Pemkot Surakarta. Program unggulan selama empat tahun ke depan, antara lain mewujudkan sarana penunjang program pendidikan sembilan tahun, profil pendidikan, akses data base beasiswa, mewujudkan Solo sebagai kota vokasional, dan sebagainya. (an-50j) |