logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Oktober 2006 PANTURA
Line

Bagi yang Bawa Anak

Jangan Paksakan Mudik Naik Motor

TRADISI mudik menjelang datangnya hari Lebaran kembali tiba. Perjalanan pulang kampung dengan berbagai kendaraan mulai marak, sehingga jalur pantura semakin sesak. Dari berbagai kendaraan yang ada, hingga H-8 yang mendominasi kendaraan roda dua.

Tingginya peminat mudik menggunakan roda dua diperkirakan karena harga-harga kebutuhan melambung, termasuk sembako.

Bagi sebagian besar pemudik, pulang ke tempat asal dengan motor dipandang sangat praktis. Dengan cara sendiri ataupun berombongan, perjalanan menuju kampung halaman adalah sesuatu yang menyenangkan dan selalu ditunggu-tunggu.

Meskipun demikian jangan sembrono. Sebab, kalau kurang hati-hati, perjalanan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi bencana.

Menurut Kabag Ops Polresta Tegal Kompol Susilo Raharjo, apabila dilihat dari segi kesehatan, mudik menggunakan motor adalah riskan. Untuk jarak yang sedemikian jauh antarkota antarprovinsi, kelelahan selalu terjadi. Belum lagi kondisi jalan yang terkadang masih banyak lubang. Apabila tidak waspada dapat terperosok dan jatuh.

Kelelahan

Kasus terakhir saat Lebaran tahun lalu, ketika itu seorang anak yang diajak mudik dengan mengendarai sepeda motor meninggal dunia, saat perjalanan baru sampai Pemalang. Diduga penyebabnya karena kelelahan dan kondisi cuaca yang tidak mendukung. Karena itu, agar kasus serupa tidak terjadi lagi, mudik dengan sepeda motor harus hati-hati dan waspada.

Dari iring-iringan pemudik yang melalui jalur pantura saat ini masih banyak ditemukan pemudik yang mengendarai motor kerap menempatkan anaknya di depan.

Hal itu sangat berbahaya karena seolah-olah anak menjadi tameng. Sebab, embusan angin langsung menerpa anak, sehingga kondisi demikian bisa menyebabkan daya tahan anak turun dan bisa mengakibatkan sakit seperti paru-paru.

"Seharusnya, si anak duduk di antara kedua orang tuanya. Namun alangkah baiknya bagi mereka yang mempunyai anak kecil tidak memaksakan mudik dengan motor, karena tingkat risikonya lebih tinggi," ujarnya.

Susilo mengemukakan, beberapa hal yang penting diperhatikan apabila terpaksa mudik dengan motor adalah persiapan fisik, baik ayah, ibu maupun anak. Mereka juga wajib mengenakan jaket dan pelindung kepala (helm). Selain itu harus menjaga kecepatan laju kendaraan.

Apabila melewati satu atau dua kota, diminta istirahat dan makan minum agar badan kembali segar.

Hal itu perlu dilakukan agar tenaga tidak terkuras dan dalam perjalanan dapat konsentrasi dalam berkendara. Sebab, perjalanan jauh akan menyebabkan kelelahan dan sering lapar. (Wawan Hudiyanto-29v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA