| Selasa, 17 Oktober 2006 | PANTURA |
Terancam Tak Bisa BerlebaranBREBES - Menjelang Lebaran, harga bawang di Brebes terus merosot. Semula, harga di tingkat petani mencapai kisaran Rp 2.000-Rp 2.500/kg, tetapi saat ini turun hingga Rp 1.650 (kualitas sedang) dan Rp 1.800 (kualitas baik). Kondisi tersebut membuat nasib para petani semakin terjepit. Bahkan, mereka terancam tidak bisa memenuhi kebutuhan Lebaran, karena rugi jutaan rupiah. Menurut Sugito (40), salah seorang petani asal Desa Wangandalem, Kecamatan Brebes, penurunan harga sudah dirasakan sejak awal bulan Puasa. Kondisi itu terjadi diduga karena panen raya di berbagai daerah. Akibatnya, stok bawang di pasaran melimpah, sedangkan jumlah pembelinya tetap. Pada awal tahun 2006, harga produk unggulan Brebes itu mencapai Rp 3.500 hingga Rp 4.000. Namun, pada pertengahan tahun anjlok menjadi Rp 2.000 hingga Rp 2.500/kg. "Saat ini harganya kembali turun menjadi Rp 1.650 hingga Rp 1.800/kg. Berarti dalam satu musim panen harga bawang mengalami penurunan dua kali," ujarnya. Kenaikan Sugito mengatakan, dari pengalaman tahun lalu, pada kondisi menjelang Lebaran mestinya harga bawang cenderung mengalami kenaikan, tetapi kali ini justru turun. Akibatnya, para petani mengalami kerugian besar. Bahkan, untuk mengembalikan modal, mereka kesulitan. Padahal, sebagian besar modal tanam itu hasil pinjaman. "Untuk membayar hutang modal tanam saja hasilnya tidak mencukupi, apalagi untuk Lebaran. Saat ini, banyak petani bawang di Brebes yang terancam tidak bisa Lebaran, termasuk keluarga saya. Kalau mau membeli kebutuhan Lebaran terpaksa saya utang," tuturnya. Hal senada dikatakan Moh Emi Sujana (45) petani asal Desa Klampok, Kecamatan Bulakamba. Karena harga terus merosot, dia mengaku, saat ini rugi Rp 12 juta. Dari lahan seluas setengah bahu, hanya mendapatkan hasil Rp 8 juta. Padahal, ketika harga normal penghasilan bisa mencapai Rp 20 juta. "Saat harga kisaran Rp 2.000-Rp 2.500 per kilogram, kami sudah merugi, apalagi sekarang. Apa perlu petani membuang bawang ke jalan? Sebab, turunnya harga ini membuat kami kesulitan mencukupi kebutuhan Lebaran," paparnya. Kondisi demikian diakui Sekretaris Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Brebes Jauhari. Pihaknya juga merasa heran dengan keadaan ini. Sebab, dari data yang dimiliki organisasinya, harga bawang di luar daerah sangat tinggi. Harga bawang di Pulau Sumatra misalnya, saat ini mencapai Rp 7.000/kg. Di Pulau Sulawesi mencapai Rp 12.000/kg. Padahal semuanya itu berasal dari bawang Brebes. (bs-54v) |