| Selasa, 17 Oktober 2006 | PANTURA |
Sering Muncul Jelang LebaranMENJELANG Lebaran seperti saat ini, masyarakat diminta mewaspadai makanan dan minuman dalam kemasan kedaluwarsa. Pasalnya, setiap menjelang hari kemenangan umat Islam itu, permintaan makanan dan minuman dalam kemasan meningkat. Dalam kondisi itu ada kemungkinan pengusaha yang memanfaatkan dengan mengeluarkan barang lama. Kasi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Tegal Hari Purnomo, kemarin mengatakan, tren munculnya makanan kedaluwarsa sering muncul pada hari-hari menjelang Lebaran. Untuk itu, konsumen diimbau lebih teliti ketika membeli makanan dan minuman dalam kemasan. Begitu juga, produsen ataupun penjual, diharapkan tidak dengan sengaja menyediakan makanan dan minuman yang sudah melewati batas tanggal konsumsinya. Pengawasan dilakukan pihak Dinas Kesehatan, untuk memastikan tidak ada makanan kedaluwarsa yang masih dipajang dan dijual di warung, pasar, toko, ataupun pusat perbelanjaan, seperti yang dilakukan pihaknya bersama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Bagian Hukum, kepolisian serta kejaksaan. Dan ternyata ditemukan makanan dan minuman kedaluwarsa ataupun produk dalam kemasan rusak yang masih dipajang sejumlah toko. Gangguan Kesehatan Mengonsumsi makanan atau minuman kedaluwarsa, kata Hari, bisa menimbulkan gangguan kesehatan berupa keracunan. Untuk itu, masyarakat diminta berhati-hati. Untuk mengetahui makanan atau minuman tersebut sudah lewat waktu atau belum, dapat dilihat dari batas waktu konsumsi makanan atau minuman yang tercantum dalam label. Adapun untuk makanan yang belum berlabel, lebih perlu diwaspadai. Pihaknya berharap kepada pemilik industri makanan skala kecil, supaya dilengkapi dengan label sebagaimana makanan dan minuman dalam kemasan pabrik. Izin tersebut bisa didapatkan melalui Dinas Kesehatan, dengan terlebih dahulu mengajukan laik sehat. Kemudian mengikuti penyuluhan dan selanjutnya mendapatkan nomor seri dari Dinas Kesehatan untuk produk yang diajukan. (Siti Kholidah-29v) |