logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Oktober 2006 NASIONAL
Line

ANEKA WARTA

Soal Asap, Pemerintah Diminta Sigap

JAKARTA - Pemerintah diminta untuk bertindak lebih cepat dan sigap mengatasi kabut asap. Sebab, pemerintah dinilai mampu mengatasi, sekalipun ada tawaran bantuan dari negara tetangga. Hal itu dikatakan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Zulkifli Hasan, di Ruang FPAN DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/10).

Menurutnya, tawaran bantuan tersebut perlu dihargai, namun akan lebih baik jika diatasi sendiri oleh pemerintah. "Pemerintah harus mengambil langkah-langkah strategis dengan memobilisasi kekuatan dari seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah," katanya.

Sementara itu berkaitan dengan desakan kalangan internasional untuk meratifikasi ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (Persetujuan ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas), FPAN menegaskan agar hal itu dilakukan secara komprehensif.

FPAN juga minta agar hal tersebut dilakukan secara komprehensif dan dalam satu paket dengan ratifikasi lain. Misalnya, ratifikasi tentang ekstradisi. "Kalau persoalan mereka (negara tetangga-Red), maunya cepat diselesaikan, sedangkan kalau masalah kita, mereka sengaja melambatkan dan menunda-nunda," ujarnya.(H28-60a)

Lagi, Pasien Flu Burung Meninggal

BANDUNG - Pasien flu burung, MK (67), akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama sembilan hari di RS Hasan Sadikin Bandung, Minggu malam. Pasien asal Cisarua, Kabupaten Bandung itu menunjukkan gejala klinis terserang enchepalitis (radang otak) dan gangguan sejumlah organ lainnya seperti lever dan ginjal.

Sejauh ini, apakah enchepalitis itu berasal dari virus H5N1 masih dalam penelitian lebih lanjut. Sebelumnya, kondisi MK terus memburuk ditandai dengan shock yang dialaminya pada Sabtu malam. Tekanan darahya pun menurutn drastis.

Menurut Dirut RSHS Cissy Rachiana, kemarin di Bandung, berdasarkan hasil pemeriksaan apus dan tenggorokannya, MK dinyatakan positif terjangkit virus flu burung. Untuk memastikannya, sebelumnya dilakukan sequencing DNA test.

Meski demikian, Cissy juga menyatakan bahwa berdasarakan hasil pemeriksaan sebelumnya, MK belum menunjukkan kepastian terjangkit flu burung. Dari lima kali tes yang dilakukan, hanya pada pemeriksaan ketiga dia dinyatakan positif. (dwi-60n)

Truk Vs Bus di Tol Cikampek, 8 Tewas

JAKARTA-Kecelakaan fatal antara bus Primajasa B-9651-AS dan truk B-7082-AS terjadi di ruas tol Cikampek. Korban delapan orang meninggal dunia dan 12 luka berat.

Kecelakaan terjadi pada pukul 05.20 WIB kemarin, di Km 69 arah Cikampek. Petugas masih terus melakukan evakuasi korban yang masih tergencet.

"Truk dari arah Cikampek menuju Jakarta sopirnya mengantuk, terus pindah jalur menyeberang median jalan ke arah Cikampek. Kemudian datang bus Primajasa dengan kecepatan tinggi, terjadilah tabrakan," kata petugas polisi jalan raya (PJR) Bripda Wahyu kepada wartawan.

"Seluruh korban dirawat di Rumah Sakit Karya Husada dan Rumah Sakit Efarina Etaham, Purwakarta," ungkap Wahyu.

Tiga korban meninggal adalah penumpang truk termasuk sopir, dan 5 penumpang bus. Hingga saat ini nama korban yang berhasil diperoleh adalah sopir truk Sakum (27) warga Cikarang, Hamdani Umar (33) warga Desa Kranji Bekasi Berat, Supriyatna (25) warga Banjar Sari, Ciamis, dan Deni Ramdani (42).(dtc-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA