logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Oktober 2006 NASIONAL
Line

Jateng Sudah Masuki Pancaroba

  • Pemudik Perlu Waspadai Kabut

SEMARANG - Hujan yang mengguyur sebagian wilayah pesisir Jateng, Minggu (15/10) malam lalu, merupakan pertanda Jawa Tengah sudah memasuki musim pancaroba. Meski curah hujan belum tinggi, namun pemudik yang melalui jalur tengah perlu mewaspadai turunya kabut tebal.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Jateng, Drs Widada Sulistya DEA, Senin (16/10) menjelaskan, di beberapa wilayah Jateng memang sudah mulai turun hujan, walaupun tidak merata. Sebelumnya, hujan turun di sebagian wilayah Kota Semarang, Kendal, dan Rembang. Hujan juga turun di kota-kota lain yang dekat dengan pegunungan.

Awan Cumolomimbus yang oleh awam disebut mendung, juga mulai sering muncul. Pada masa-masa pancaroba seperti sekarang ini, awan semacam itu lebih banyak muncul pada sore hingga malam hari.

"Semoga akhir November nanti hujan yang turun sudah semakin banyak," kata dia.

Waspada

Musim hujan sudah ditunggu-tunggu, apalagi sebelumnya Jateng juga sudah dilanda musim kemarau agak panjang. Namun perlu dipahami bahwa di pergantian musim seperti itu pembentukan awan Cumulomimbus sudah mulai sering terjadi. Awan tersebut bukan hanya menimbulkan hujan, tetapi juga petir dan angin kencang. Pemudik diminta meningkatkan kewaspadaan.

"Walau intensitasnya belum tinggi, hujan bisa menyebabkan jalan menjadi licin," ujarnya.

Kabut tebal di jalur antara Wonosobo dan Temanggung perlu diwaspadai. Sebab pada saat muncul kabut, pandangan pengemudi menjadi sangat pendek, yakni hanya sekitar 10 meter. "Walau kemungkinan masih kecil, pemudik yang melalui jalur tengah juga perlu mewaspadai longsor," kata dia.

Widada juga menjelaskan, secara umum cuaca saat ini dipengaruhi oleh kenaikan suhu air laut sebesar satu derajat celsius di Samudra Atlantik. Pengamat cuaca dunia menyebutkan, kenaikan suhu tersebut merupakan tanda terjadinya El Nino. Yang jelas, kondisi itu memengaruhi musim hujan di Jateng.

Menurut prediksi BMG, intensitas hujan di Jateng secara umum berada di bawah normal.

Ada dua macam pengertian hujan di bawah normal. Pertama, rentang waktu musim hujan bisa saja sama, hanya curah hujannya sedikit. Kemungkinan kedua, rentang waktu musim hujan tersebut menjadi lebih pendek.

"Intensitas dan rentang waktu musim hujan di tiap daerah berbeda-beda," kata dia.(G6-46a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA