logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Oktober 2006 NASIONAL
Line

Pengamanan Peresmian PLTU Bukan Over Protective

JEPARA -Masih ada yang tersisa dari peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (14/10) lalu.

Yaitu, petugas keamanan pada peresmian pembangkit listrik swasta milik PT Central Java Power (anak perusahaan Sumitomo Corp Jepang) dituding over protective sehingga menyulitkan sebagian tamu -termasuk para peliput acara- yang datang terlambat.

''Kami bukan over protective seperti yang dikemukakan oleh sebagian kawan-kawan dari media yang tidak bisa masuk karena pintu gerbang sudah ditutup setengah jam sebelum Presiden tiba di lokasi. Itu sudah sesuai dengan protokoler dan ketentuan pengamanan Presiden. Kami hanya menjalankan perintah,'' ujar Sriwijaya Mertonegara, Direktur PT Yudha Sakti Utama (YSU) -kontraktor yang menangani keamanan proyek PLTU Tanjung Jati B- di Kantor Suara Merdeka Jepara, kemarin.

Sriwijaya menjelaskan, keamanan proyek hanya menjalankan perintah dari yang punya hajat, PT PLN (Persero). Dikatakan pula, sesuai dengan undangan Menteri ESDM Purnomo, Presiden dijadwalkan tiba di lokasi peresmian PLTU Tanjung Jati B Tubanan pukul 09.30. Dalam undangan sudah disebutkan, tamu diminta hadir 45 menit sebelum acara dimulai.

''Seharusnya pintu gerbang sudah ditutup pukul 08.45. Kami sudah ada toleransi waktu karena menunggu rombongan rebana yang baru masuk gerbang pada pukul 09.02, dan tepat pukul 09.05 gerbang ditutup,'' papar Sriwijaya.

Sebetulnya, kata Sriwijaya, dia pun sangat kasihan terhadap peliput yang sudah jauh-jauh datang dari Semarang tapi tidak bisa masuk.

Tidak hanya peliput, sejumlah tamu pun terpaksa hanya bergerombol di depan pintu gerbang. Bahkan, mobil penjemput menteri yang dikawal polisi jalan raya (PJR) pun tidak bisa masuk dan terpaksa menunggu hingga acara usai dan Presiden meninggalkan lokasi peresmian.

Polisi yang merasa dipermalukan karena dilarang memasuki gerbang oleh petugas penjaga pintu itu ada yang memberikan ''hadiah'' bogem mentah kepada petugas penjaga pintu. Namun, persoalan itu sudah diselesaikan secara damai.

Peresmian pembangkit listrik milik investor asing senilai 1,6 miliar dolar AS (kurang lebih Rp 15 triliun) itu selain dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Direksi PT PLN, Gubernur Jateng, dan pejabat daerah, juga dihadiri tamu istimewa dari Jepang, Executice Vice President Sumitomo Corporation Shinju Herose. (kar, H15-60n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA