| Selasa, 17 Oktober 2006 | NASIONAL |
Dies Natalis Ke-49 UndipJateng Tidak Perlu Tambah PTSSEMARANG - Jawa Tengah dinilai sudah memiliki terlalu banyak perguruan tinggi swasta (PTS). Jumlah PTS yang telah mencapai lebih dari 250 itu dirasa sudah mencukupi. Apalagi banyak di antara PTS itu yang tidak memenuhi standar mutu pendidikan yang ditetapkan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Menurut Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc, kalau PTS di Jateng ditambah lagi, akan terjadi persaingan yang tidak sehat. ''Pak Dirjen Dikti, kalau PTS baru bermunculan terus, jelas persaingannya tidak akan sehat. Akan lebih baik seandainya PTS yang sudah ada mutunya ditingkatkan lagi, jadi bukan ditambah terus,'' ungkapnya kepada Sekretaris Dirjen Dikti Prof Haryo Harsono. Demikian diungkapkan Prof Eko saat memberikan pidato laporan dalam acara Dies Natalis Ke-49 Undip di Gedung Prof Soedharto SH Kampus Undip Tembalang, Senin (16/10) petang. Menurut Prof Eko, banyak PTS yang berdiri dan hanya menempati sebuah rumah toko (ruko) dalam operasionalnya. ''Kampus-kampus seperti itu bagaimana bisa berkembang, laboratorium dan sarana penunjang lainnya jelas tidak ada wong tempatnya saja kecil,'' tuturnya. Jual Beli Ijazah Prof Eko juga menyoroti merebaknya PTS yang memperjualbelikan ijazah kepada mahasiswanya. Salah satu contohnya adalah sebuah PTS yang bisa memberikan gelar sarjana hukum (SH) hanya dalam hitungan bulan. ''Tanpa menyebutkan nama, apa yang dilakukan PTS tersebut adalah sebuah pembodohan bagi masyarakat. Bagaimana kita bisa maju kalau SDM-nya bergelar palsu?'' tandasnya disambut tepuk tangan hadirin yang sebagian besar adalah para dosen dan karyawan Undip. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jateng H Mardiyanto dan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip. Dia melanjutkan, Undip kini tengah menuju sebuah universitas riset. Karena itu, beberapa bangunan pendukung akan segera didirikan untuk menunjang tercapainya tujuan itu. Salah satu sarana pendukung yang akan dibangun pada 2007 adalah sebuah rumah sakit di kawasan Tembalang. ''Kalau rumah sakit tersebut telah terwujud, Undip akan menjadi satu-satunya universitas yang memiliki teaching hospital di Indonesia,'' ucapnya bangga. Gubernur Mardiyanto berharap, perguruan tinggi itu mampu meningkatkan kualitas SDM yang dimilikinya agar lulusannya memiliki kompetensi pada era globalisasi. ''Dengan SDM yang andal, saya berharap Undip bisa berperan aktif dalam mendukung pembangunan Jateng,'' katanya. Sementara itu, Sekretaris Dirjen Dikti Prof Haryo Harsono mengatakan, apa yang dilakukan Undip pada usianya yang ke-49 ini adalah suatu hal yang hebat. Berbagai halangan, rintangan, duka, telah terlewati dan aneka prestasi pun telah diraih hingga menjadi salah satu universitas terbesar di Indonesia. (H23-60n) |