| Selasa, 17 Oktober 2006 | NASIONAL |
Habis, Tiket Mudik GratisSEMARANG - Tiket mudik gratis yang disediakan Pemprov di kantor Perwakilan Jateng telah habis dipesan kaum boro asal Jawa Tengah yang selama ini mengadu nasib di Jakarta. Kepala Badan Informasi Komunikasi dan Kehumasan (BIKK) Provinsi Jateng Drs Saman Kadarisman, Senin (16/10), menjelaskan, program itu rutin digelar setiap tahun menjelang Idul Fitri. Gubernur menyediakan 17 bus kelas ekonomi dengan kapasitas tempat duduk 54 kursi setiap bus. Dengan jumlah kursi itu, yang bisa memanfaatkan mudik gratis 918 pemudik. "Mereka akan diberangkatkan dari anjungan Jateng TMII pada 20 Oktober," kata dia. Pemprov hanya sekali memberangkatkan atau menyediakan transportasi mudik gratis pada masa angkutan Lebaran tahun ini. Tujuan pemulangan adalah Solo, Purwokerto, Magelang, Semarang, Pati, dan Pekalongan. Tempat itu menyesuaikan dengan wilayah eks karesidenan di Jawa Tengah. Selanjutnya, para pemudik dipersilakan melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing dari terminal di kota-kota itu dengan biaya sendiri. 20.011 Personel Untuk pengamanan menjelang, saat, dan sesudah Lebaran, Polda Jateng menerjunkan 20.011 personel dari berbagai kesatuan. Kegiatan pengamanan tersebut bernama sandi Operasi Ketupat Candi 2006 yang diberlakukan sejak Selasa (17/10), pukul 00.00. Personel sebanyak itu terdiri atas 3.000 personel khusus dari Polda. Sisanya sebanyak 17.011 merupakan personel gabungan dari 35 polres dan lima polwil di Jateng. Kemarin, Polda Jateng menggelar kesiapan Operasi Ketupat Candi 2006 di halaman Mapolda Jateng. Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jateng Kombes Drs Sunardi menuturkan, penempatan personel khusus dari jajarannya dimaksudkan untuk membantu pengamanan di 35 polres dan lima polwil. Itu disesuaikan dengan analisis kebutuhan pengamanan untuk meminimalkan dan mengantisipasi tindak kejahatan. Keamanan di jalur pantura, kata dia, mendapat perhatian khusus. Sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya, angka kecelakaan dan tindak kriminal lain di wilayah tersebut cukup mendominasi. Kapolda Jateng Irjen Drs Dody Sumantyawan HS SH mengatakan, meski di sejumlah wilayah kerjanya terdapat daerah rawan, namun masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, telah disiapkan sejumlah personel yang dilaksanakan oleh jajaran kepolisian di tingkat Polres dan Polwil masing-masing daerah.(G17,D12,H21,H6,H4-46n) |