logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Oktober 2006 NASIONAL
Line

kisah Lebih Dekat tentang Ruhut Sitompul SH

Hobi Pengacara, Profesi Artis


SM/kapanlagi PENGACARA ARTIS: Pengacara yang juga pemain sinetron Ruhut Sitompul sering menangani kasus hukum yang menimpa artis. (57n)

Ruhut Sitompul SH terkenal sebagai pengacara, artis sinetron, aktivis ormas dan parpol. Wajahnya kerap tampil di layar kaca, tidak sebagai pengacara, tetapi sebagai pemain sinetron. Berikut catatan lebih dekat tentang profil Ruhut.

ALUMNUS Fakultas Hukum Universitas Pajajaran Bandung (1979) tersebut mengaku senang dengan berbagai profesi yang dinilainya saling sinergis. Pria kelahiran Medan, 24 Maret 1954, tersebut mengakui bahwa profesinya sebagai pengacaralah yang menghubungkan dirinya dengan dunia hiburan.

''Awal mula saya merambah sinetron itu karena menjadi lawyer beberapa production house. Saya memang sering diminta nasihat agar jangan sampai sinetron itu berurusan dengan hukum atau memancing timbulnya gugatan.

Dari hal itu, lalu saya diajak main sinetron,'' kata Ruhut menjawab Suara Merdeka, kemarin.

Sinetron pertama yang dibintanginya adalah Gerhana. Dalam sinetron itu, pria berambut kucir tersebut berperan sebagai Poltak si Raja Minyak, dan bermain bersama artis Pierre Roland, Dina Lorenza, dan Peggy Melati Sukma.

Ruhut mengaku peran antagonis dan kocak sebagai Poltak itulah, yang ikut menyukseskan dirinya di dunia sinetron.

''Pokoknya banyak hal yang menarik di balik si Poltak itu. Pertama, saya dipilih sutradara karena dikenal banyak orang sebagai orang yang serius bisa, santai juga bisa. Kepakelah kesantai dan kekocakan saya. Kedua saya diberi kesempatan untuk melakukan improvisasi tentang sosok si Poltak itu,'' tuturnya.

Dari kebebasan improvisasi itulah, Ruhut merasa enak dan lepas memerankan si Poltak. Lalu lahirlah kata-kata "alamaak", "aduh inaaang", "pening aku pening tante", yang begitu dikenal banyak pemerhati sinetron.

''Terbukti, waktu saya mendampingi Bang Akbar Tandjung-Red) kampanye Golkar dulu, di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia saya lebih dikenal sebagai Poltak dengan kata-katanya itu,'' kata suami Hj Anna Sentot Rumekso SH (asal Jateng) tersebut. Sinetron Gerhana yang menyajikan gabungan kepahlawanan, misteri, dan komedi, tersebut akhirnya meraih sukses mencapai rating tertinggi berdasarkan survei AC Nielsen pada 16-24 Agustus 2000.

Itulah, yang menambah ketenaran Ruhut di dunia yang baru digelutinya tersebut. Dia menilai bahwa sinetron adalah sesuatu yang strategis dalam aspek komunikasi publik. Oleh karenanya, Ruhut juga termasuk orang yang tidak senang dengan orang-orang yang memandang rendah sinetron.

''Jujur saja, seharusnya sinetron yang ratingnya tinggi itu dimanfaatkan pemerintah untuk menyosialisasikan program-programnya. Karena daripada nonton berita, masyarakat lebih senang nonton sinetron atau infotaintment. Saya alami betul hal itu. Saat saya bersama Golkar, waktu itu Golkar dalam berita-berita sering dikuyo-kuyo, dijelek-jelekin. Tapi pas saya bersama Bang Akbar turba, ternyata sambutannya sangat baik sekali. Jadi berita-berita itu nggak ngefek, karena jarang ditonton,'' katanya.

Berkaitan dengan dunia artis, Ruhut sempat diberitakan terlibat dalam perselisihan antara Roy Marten dengan Anwar Fuadi. Ruhut yang pro-Anwar Fuadi juga diberitakan sempat emosional dan mengeluarkan pernyataan yang berupa ancaman. Lalu ada berita yang menyebutkan bahwa saat Ruhut menjenguk Roy ke Cipinang, Roy enggan mnemuinya. Namun akhirnya keduanya membantah adanya perselisihan tersebut. Ruhut kemudian terlihat berhubungan mesra lagi dengan Roy setelah Roy keluar dari penjara Cipinang.

Hobi Pengacara

Ruhut mengaku kalau dunia akting sebenarnya tidak jauh-jauh amat dengan dunia pengacara.

Menurut mantan Wakil Ketua Presidium DPP Pemuda Pancasila (1996-2001) tersebut, seorang pengacara sadar atau tidak sering berakting saat di ruang sidang.

''Coba lihat kalau pengacara itu di wawancarai atau di-shooting televisi, maka berlagaklah dia itu. Dia ngomongnya dibuat-buat tegas, mimiknya dibuat sedemikian rupa, ha ha ha. Lagi berakting dia itu,'' paparnya.

Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan Ruhut sering mengatakan bahwa bagi dirinya pengacara itu adalah hobi dan pemain sinetron adalah profesi.

''Saya ngomong begitu karena ingin menyindir sekaligus mengajak teman-teman saya yang pengacara itu menjadi artis, he he he. Karena mereka kan biasa berakting, jadi nggak sulit-sulit amatlah disuruh akting, pasti banyak berhasilnya, ha ha ha,'' kata fungsionaris Departemen Pencegahan-Pemberantasan Korupsi dan Kejahatan Ekonomi DPP Partai Demokrat tersebut.

Menanggapi maraknya artis yang terjun ke Partai Politik, Ruhut mengatakan bahwa itu adalah hak setiap warga negara. Namun yang dia inginkan adalah agar artis yang terjun ke parpol dan menjadi anggota legislatif tidak hanya sekadar ikut-ikutan dan hanya menjadi pemanis partai saja.

''Kalau cuma ikut-ikutan, sekadar jadi pemanis saja, justru akan meremehkan artis itu sendiri. Saya imbau, mbok ya mereka itu bener-bener belajar sungguh-sungguh tentang AD-ART partai. Juga belajar beretorika, sehingga pas jadi anggota legislatif. Di negara-negara maju, juga banyak artis yang sukses di politik. Contohnya Ronald Reagan,'' kata pendiri Law Office Ruhut Sitompul & Associates (1993) tersebut. (Hartono Harimurti-64a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA