| Selasa, 17 Oktober 2006 | SEMARANG |
Angkutan Keluhkan Tidak Adanya Lahan TerminalSALATIGA - Pengemudi angkutan kota Salatiga mengeluhkan minimnya tempat untuk terminal. Akibatnya, banyak di antara mereka terpaksa harus ngetem di bundaran Tamansari, meski harus mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Keluhan itu semakin menjadi beban, manakala harus berdesakan dengan parkir kendaraan. Seperti yang terjadi pada Minggu (15/10) pukul 16.30, sebagian dari pengemudi angkutan harus bersitegang dengan petugas Satlantas Polres Salatiga dan Dinas Perhubungan. Pasalnya, banyak angkutan harus memarkirkan kendaraannya di depan rumah dinas Wali Kota H Totok Mintarto. Tempat ngetem itu selama ini digunakan parkir kendaraan bermotor. ''Kami ini harus cari tempat pemberhentian di mana. Di depan Ramayana saja sudah dipenuhi parkir kendaraan. Akhirnya kami banyak berhenti di sekitar rumah dinas wali kota,'' ujar Agus, Senin (16/10). Kekesalan sebagian pengemudi diakui Bambang Suharyanto, Ketua Angkutan Trayek 6 dan 12. Seharusnya permasalahan itu tidak akan muncul jika pihak Ramayana menyediakan lahan parkir. ''Kalau mereka punya lahan parkir tentu tidak akan memakan lahan kami untuk ngetem. Apalagi, di Salatiga ini tidak memiliki tempat sebagai terminal,'' kata dia. Dia memastikan kondisi pada Minggu sore lalu akan terulang lagi dalam beberapa waktu ini, saat menjelang Lebaran. Biasanya pengemudi angkutan akan bermasalah dengan juru parkir. Imbasnya, arus lalu lintas yang masuk ke Jalan Jenderal Sudirman akan terganggu kelancarannya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Salatiga Drs Agus Rudianto MM mengatakan, untuk sementara waktu akses jalan menuju Jalan Jenderal Sudirman harus lancar. Bersama Satlantas Polres Salatiga, akan memasang petugas di bundaran itu. ''Karena keterbatasan lahan untuk menampung angkutan agar lalu lintas tidak terganggu, jalan satu-satunya adalah menempatkan petugas agar bisa menertibkan para pengemudi angkutan. Bagaimanapun juga mereka salah,'' jelas dia.(dky-16d) |