logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Oktober 2006 SEMARANG
Line

Kenalilah Tahap Perkembangan Anak

KALAULAH Anda adalah orang tua yang mempunyai anak balita, buang jauh-jauh pikiran bahwa sang buah hati tak memahami apa yang terjadi tiap hari. Sejatinya, seorang bayi yang baru terlahir sekali pun sudah mempunyai sesuatu yang luar biasa sempurna.

Semua yang ada pada bayi, sudah disiapkan Sang Pencipta untuk berkembang hari demi hari. Seorang bayi mampu berkembang sepanjang waktu.

"Kenalilah tahap demi tahap perkembangan bayi Anda. Sebab dengan mengenalnya, akan menentukan perangai anak pada usia selanjutnya," kata Ngadiman Sastro, Marketing Manager PT Emway Globalindo, Minggu (15/10).

Sore itu, manager yang kerap ditunjuk sebagai "spoke person fisher-price Indonesia" tersebut, menjadi pembicara dalam workshop "The First 500 Days of Miracles" di Nagatomi Baby n' Toys Jl Pandanaran Semarang, bersama Dra Yang Roswita MSi Psi, dosen Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata.

"Agar perkembangan itu tak ada yang hilang dari pengamatan Anda, gunakan panduan untuk mengikuti tumbuh kembangnya anak," pinta Sastro.

Taruh misal, kata dia, sejak lahir hingga satu bulan, mata bayi memang belumlah bisa fokus tapi sudah bisa belajar mengenali wajah dalam jarak dekat. Anak dapat pula meniru dalam hal menjulurkan lidah atau membuka mulut, tatkala sang buah hati menangis dengan suara cemprengnya.

Berarti saat itu anak membutuhkan sesuatu. Entah itu makanan, ganti popok, butuh ketenangan, atau sekadar dibelai. Pada usia satu bulan, penglihatan sang bayi cukup jelas dalam jarak 8 hingga 12 inci. Dia akan memicingkan mata untuk memandang wajah sang bunda saat menyusui.

"Memasuki usia empat bulan dia sudah bisa mendengarkan musik. Ketika beranjak enam bulan, emosinya akan muncul saat senang, tak sabar, dan takut. Bahkan juga peka terhadap humor," kata Sastro di workshop yang sebagian besar pengunjungnya adalah ibu-ibu muda itu.

Pentingnya Bermain

Yang tak kalah penting untuk perkembangan balita adalah bermain. Mengapa harus bermain? Ya, melalui aktivitas itu, balita bisa mengembangkan keterampilan fisik dan mentalnya. Bayi bisa memperoleh banyak rangsangan luar. Itu sebagai proses belajar yang masuk ke sistem indera balita. Dengan bermain, kata Roswita, otak bayi bisa menangkap rangsangan yang berhubungan dengan gerakan benda, warna, bentuk, dan suara. (Fahmi ZM-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA