logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 17 Oktober 2006 KEDU & DIY
Line

Hutan Rakyat Kalimendong Dinilai Tim Nasional

WONOSOBO - Hutan rakyat Desa Kalimendong, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Senin kemarin dinilai tim lomba tingkat nasional. Tim penilai yang dipimpin Ir Budiawan MSc meninjau kondisi hutan rakyat secara langsung, dengan menyusuri beberapa blok kawasan hutan di desa tersebut.

Rombongan yang didampingi Bupati Drs HA Kholiq Arif, mengamati pepohonan yang dibudidayakan masyarakat di hutan rakyat tersebut. Selain tanaman pokok, berupa kayu albasia, mahoni, suren, kelapa, coklat, juga terdapat sejumlah tanaman penopang, meliputi salak pondoh, kapulogo, nanas dan lainnya.

Ketua kelompok tani Sido Makmur Desa Kalimendong, Rumadi mengatakan, kelompok tani tersebut didirikan pada April 1979 dengan anggota sebanyak 110 petani. Kelompok tani yang dipimpinnya kini telah berkembang, dan jumlah anggotanya 510 petani.

Kepala Desa (Kades) Kalimendong, Nisro menyebutkan, areal hutan yang digarap kelompok tani seluas 297 hektare lebih.

Kayu albasia gelondongan, saat ini harga di tingkat petani mencapai Rp 450.000/meter kubik. Pemasarannya relatif lancar.

Menurut dia, berkat hutan rakyat, kesejahteraan petani setempat terangkat, sehingga hal itu juga meningkatkan gotong royong dan swadaya masyarakat serta mendukung pembangunan desa. Melalui hutan rakyat, sudah banyak anak petani menjadi sarjana.

Selain mengembangkan hutan rakyat, lanjut Nisro, kelompok tani Sido Makmur juga melakukan pembibitan sendiri. Saat ini, terdapat puluhan pohon albasia yang berdiameter empat meter, untuk dijadikan induk dan pembibitan yang berkualitas. Mereka juga mengembangkan perikanan darat, seluas lima hektare lebih. Jenis ikan yang dibudidayakan meliputi nila, gurami, dan mujahir.

Bupati Kholiq Arif berharap agar Desa Kalimendong bisa menjadi pionir bagi desa-desa lain di Wonosobo, menjadi contoh pelestarian dan pengembangan hutan rakyat. Dengan mengembangkan hutan rakyat, maka desa-desa tersebut akan bisa menjadi desa mandiri, kesejahteraan masyarakat pun meningkat.

Sebelumnya, Desa Kalimendong sudah berulang kali meraih penghargaan dalam kejuaraan, baik tingkat Jateng maupun nasional, di antaranya dalam lomba ternak kambing dan lomba intensifikasi tanaman jagung serta lomba hutan rakyat. (P55-24)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA