| Selasa, 17 Oktober 2006 | KEDU & DIY |
Warga Petanahan Minta Pengaspalan JalanKEBUMEN - Warga Desa Grujugan, Banjarwinangun dan Buluskritik, Kecamatan Petanahan, mendesak DPRD Kebumen memperjuangkan pengaspalan jalan. Sebab, sudah lama masyarakat mendambakan jalan di desanya beraspal. Hal itu mengemuka dalam acara Dialog Penyerapan Aspirasi dan Reses di Desa Banjarwinangun, Kecamatan Petanahan, Kebumen, baru-baru ini. Acara itu dihadiri sekitar 150 warga. Setelah dialog, dilanjutkan shalat asar dan magrib berjamaah dipimpin KH Mustangin dari Pondok Al Mustasyfa, Desa Ori, Kuwarasan. Bambang Haryono dari Forum Solidaritas Anak Bangsa (Forsa) menyatakan, aspirasi masyarakat itu perlu ditampung wakil rakyat dan diteruskan ke pihak terkait. Rakyat tidak ingin hanya ada janji-janji tanpa realisasi. Menurut Bambang, masa reses memang bermanfaat untuk menyerap dan mencari solusi atas masalah yang muncul di masyarakat. Kehadiran wakil rakyat di daerah pemilihan itu sekaligus mempertanggungjawabkan kinerjanya secara moral dan politis. Dalam dialog di kediaman anggota DPRD Dian Lestari SP itu masyarakat meminta jalan di Desa Buluskritik, diperbaiki. Sebenarnya, jalan itu sudah diaspal, namun sudah rusak parah. Warga meminta jalan tersebut segera diaspal kembali, mengingat, di Desa Buluskritik ada pondok pesantren dan lembaga pendidikan. Warga dari Desa Grujugan dan Banjarwinangun juga mengeluhkan jalan desa yang belum beraspal. Di desa tersebut ada aktivitas industri kerajinan caping anyaman bambu, dan pasar desa yang lumayan ramai. Masyarakat mengharapkan jalan desa diaspal agar pemasaran hasil bumi dan hasil kerajinan makin lancar. Lewat Musrenbang Pada bagian lain, mereka juga meminta ada bantuan modal, serta bantuan sarana pertanian. Mengingat, desa-desa di Petanahan tersebut umumnya berbasis pertanian serta kerajinan caping dari anyaman bambu, kerajinan sangkar burung, dan lainnya. Mereka butuh modal serta pemasaran yang lancar. Anggota Komisi B DPRD Dian Lestari SP dari Desa Banjarwinangun Petanahan merespons positif aspirasi pembangunan jalan dan upaya peningkatan perekonomian tersebut. Menurut Dian, mekanisme usulan bisa disampaikan lewat musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Wakil rakyat dari PDI-P itu siap meneruskan aspirasi tersebut kepada eksekutif. Ia menyadari tugas wakil rakyat selama masa reses memang menyerap dan memperjuangkan keinginan rakyat di daerah pemilihannya agar terealisasi. ''Kami berusaha meneruskan harapan masyarakat ke eksekutif. Terutama yang terkait dengan bidang tugas Komisi B, kami ingin pemberdayaan petani dan permodalan pengrajin lebih diperhatikan pemerintah,'' tandas Dian. Dalam dialog tersebut hadir Sekretaris DPC PDI-P Rustriyanto SH, Arifin SPd dari Dewan Pendidikan, Camat Petanahan Subagijo SSos dan Camat Klirong Drs Edi Purwoko. Rustriyanto menyerahkan bingkisan dari DPC PDI-P kepada 20 anak yatim. (B3-24) |