| Selasa, 17 Oktober 2006 | KEDU & DIY |
Amien Rais dan Syafi'i di Pesantren Budi MuliaYOGYAKARTA - Saat ini, umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan 1427 H sudah berada pada 10 hari terakhir. Selama 10 hari terakhir ini diyakini hari-hari penuh ampunan dari Allah SWT, dan salah satu malamnya adalah malam yang istimewa yang disebut lailatul qadar. Karena istimewanya malam itu, umat pun seakan berlomba-lomba mendapatkannya dengan berbuat kebajikan dan kebaikan. Termasuk yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Budi Mulia, Jl Kaliurang Km 8, Perumahan Banteng, Yogyakarta. Nama, Budi Mulia sudah tidak asing bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya. Mendengar nama itu, tak bisa dilepaskan dari nama mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr HM Amien Rais MA. Selain memiliki pondok pesantren (ponpes), tempat pendidikan (sekolah), kolam renang dan lain-lain, nama itu juga melekat dengan kegiatan keagamaan lain yang diadakan Yayasan Shalahuddin. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Laboratorium Dakwah (Labda) Shalahuddin di bawah yayasan yang diketuai Prof DR HM Amien Rais MA, menggelar pengajian Iktikaf Ramadan. Setelah dimulai sejak 13 Oktober lalu, kegiatan yang ke-24 pada 1427 H ini telah menyediakan tema utama, yakni Membangun Generasi Qur'ani Menuju Indonesia Baru yang Demokratis dan Sejahtera. Prof Dr HM Amien Rais MA mengisi acara pembukaan (13/10) bertajuk Umat Islam di Tengah Fenomena Neo-liberalisme dan Neo-imperialisme. Sementara Prof Dr Ahmad Syafi'i Ma'arif pada hari terakhir (21/10), dengan bahasan Umat Islam dan Upaya Membangun Masyarakat Madani Menuju Indonesia Baru. Ketua Umum PP Muhammadiyah yang sekarang, Prof Dr Dien Syamsudin, dijadwalkan pada 19 Oktober (Kamis), menyampaikan materi Umat Islam dan Tantangan Kemanusiaan Global.(P58-39d) |