| Selasa, 17 Oktober 2006 | EKONOMI |
Tiap Bulan PLN Rugi Rp 50 MiliarSOLO-PLN Surakarta setiap bulannya mengalami kerugian Rp 50 miliar. Selama tarif penjulan masih seperti sekarang dan biaya produksi tinggi, PLN akan terus merugi. Hal itu diungkapkan Manajer Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) PT PLN (Persero) Surakarta, Ir J Wahjono kemarin. Dikatakan, harga pokok listrik per kwh mencapai Rp 950. Sedangkan harga jualnya rata-rata hanya Rp 583. Dengan demikian setiap kwh-nya, dia menderita kerugian Rp 367. ''Per bulan saya menjual 180 juta kwh. Jadi dalam satu bulan ruginya mencapai (lebih dari-red) Rp 50 miliar atau dalam setahun Rp 600 milar,'' katanya. Kerugian itu kata dia, belum seberapa kalau dibandingkan dengan PLN di luar Jawa. Seperti di Kalimantan, harga pokok listrik per kwh mencapai Rp 2.000, karena diproduksi dengan tenaga diesel. Padahal harga jualnya sama rata-rata Rp 580 per kwh. Meski demikian dia optimistis akan dapat menekan kerugian, setelah proyek pembangkit listrik berkapasitas 10.000 Megawatt yang akan dibangun di berbagai tempat nanti bisa dioperasikan. Proyek pembangkit listrik menggunakan batu bara berkekuatan 10.000 Megawatt itu, sebagian di antaranya akan dibangun di Kabupaten Rembang (Jateng) serta Pacitan dan Tuban (Jatim). Semua proyek itu saat ini masih dalam proses lelang. Karena terus mengalami kerugian, maka PLN Surakarta sejak tahun 1998 tidak melakukan investasi. Padahal potensi investasi itu cukup besar, antara lain pembangunan jaringan di proyek perumahan. Bayar Lebih Awal Pembangunan jaringan di perumahan itu akhirnya ditangani mitra PLN, yakni Biro Teknik Listrik (BTL). Selanjutnya BTL menghibahkannya pada PLN. Kepada masyarakat dia mengimbau, agar melakukan pembayaran rekening listrik lebih awal dari ketentuan. Dengan membayar lebih awal, pihaknya dapat melakukan perencanaan matang berkaitan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. ''Kalau perencanaan sudah dibuat dan ternyata uangnya tidak ada, kan repot,'' katanya. Berbagai cara dilakukan untuk mendorong agar masyarakat melakukan pembayaran rekening listrik lebih awal. Di antaranya, setiap pelanggan yang melakukan pembayaran antara tanggal 6 - 10 diikutkan dalam undian tiga bulanan berhadiah barang-barang elektronik. Pekan ini undian periode kedua akan ditarik. Terkait Lebaran yang membuat liburnya seluruh sektor industri, dia mengakui menyebabkan turunnya pemakaian listrik sampai 40%. Namun kalau di sektor industri mengalami penurunan, di sektor rumah tangga justru diperkirakan mengalami kenaikan. Kenaikan pemakaian di sektor rumah tangga ini tidak banyak, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya hanya naik sekitar 5%. (bt-33) |