| Senin, 16 Oktober 2006 | BANYUMAS |
Menengok Rumah Pasien Gejala Flu Burung (1)Tak Ada Jembatan, Seberangi Sungai Lima KaliMASYARAKAT Banjarnegara dikejutkan oleh kematian pasien dengan gejala flu burung di RSU Banyumas asal Dusun Sigedang, Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, Mistinem (32), pada Jumat (13/10). Lebih kaget lagi ketika mengetahui ada seorang warga Dusun Krinjing, Desa Petir, Kecamatan Purwonegoro yang kini juga tengah dirawat di RSU Banyumas dengan gejala yang sama. Dusun Krinjing yang sebelumnya tak pernah terdengar namanya, kini tiba-tiba saja menjadi perhatian masyarakat. Serombongan petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) juga mengecek kondisi rumah Parimun (17), pasien baru RSU Banyumas. Untuk menuju ke Dusun Krinjing perlu waktu sekitar satu jam dengan motor dari Kota Banjarnegara. Perkampungan petani yang mayoritas menanam singkong dan menderes kelapa itu berada di jajaran perbukitan bagian selatan Kabupaten Banjarnegara. Hanya beberapa kilometer saja berbatasan dengan wilayah perbukitan Kabupaten Kebumen. Kondisi geografis di perbukitan itu membuat sebagian anggota masyarakatnya tak berharap banyak dari sektor pertanian. Mereka menanami lahannya dengan singkong dan sebagian menderes kelapa. Sementara itu, para pemudanya banyak yang merantau ke kota besar untuk mendapatkan pekerjaan. Seberangi Sungai Tak heran jika pemandangan di sisi kanan dan kiri jalan yang kondisi rusak parah itu hanyalah kebun dan hamparan lahan singkong yang telah dipanen. Musim kering membuat tanahnya semakin keras. Ada untungnya juga hujan belum turun sehingga jalan tanah berbatu tak terlalu sulit untuk dilewati. ''Namun jika musim hujan dan sungai banjir, kendaraan tak bisa melewati jalan itu. Akibatnya, kami kesulitan untuk keluar dusun sekedar ingin bepergian ke pasar. Anak-anak tak bisa menyeberang karena arus sungai deras dan kedalamannya sebahu orang dewasa,'' urai Misno, pemuda Dusun Krinjing. Sudah lama warga dusun itu menginginkan pembangunan jembatan agar transportasi mereka tak terhambat saat musim hujan. Namun, harapan tinggalah harapan dan janji tinggalah janji. Hingga kini belum ada jembatan yang mereka inginkan dan warga mesti sabar menunggu hingga waktu yang belum mereka ketahui. (M Syarif SW-36j) |