logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 15 Oktober 2006 NASIONAL
Line

Perampok Tembak Pedagang Sapi

  • Gagal Rampas Uang Rp 17 Juta

WONOGIRI - Kasus perampokan bersenjata api, Sabtu pagi (14/10), terjadi di Dusun Jamban, Desa Ngadirejo, Kecamatan Eromoko, Wonogiri. Tembakan senjata genggam perampok melukai perut pedagang sapi, Saidi (52), tapi gagal merampas uang Rp 17 juta yang keburu dibuang ke luar mobil oleh korban.

Keterangan yang dihimpun dari tempat kejadian perkara (TKP) menyatakan, korban yang warga Dusun Ngarakan Desa Tegalrejo Kecamatan Eromoko, pagi pukul 04.15 berangkat ke pasar hewan Kecamatan Pracimantoro. Dia berangkat dengan mengendarai mobil pikap Panther warna hitam AD 1762 LG. Di jalanan Dusun Nglempung, Desa Tegalrejo, dia berhenti karena disetop rekannya, Paiman Partosemito (58) yang ikut menumpang karena sama-sama akan berjualan ke pasar hewan Pracimantoro.

Mereka selanjutnya melaju dengan mobil. Namun setibanya di bulak (jalan yang sepi) Dusun Jamban, Desa Ngadirejo, mendadak disalip dan dihentikan oleh pengendara sepeda motor berboncengan yang sejak tadi berusaha menguntitnya.

Saat mobil berhenti, pembonceng sepeda motor turun dan menembakkan pistolnya ke arah pintu kanan. Menyebabkan kaca mobil bagian kanan pecah dan proyektil pelurunya menembus perut kanan bawah pusar Saidi.

Merasa akan dirampok, Saidi spontan membuang tas miliknya yang berisi uang Rp 17 juta ke luar mobil arah kiri. Hal itu dilakukan setelah Paiman ketakutan dan berusaha melarikan diri dengan membuka pintu mobil sebelah kiri. Paiman lari ke arah selatan jalan menuju ke lahan tegalan kosong.

"Saya lari sampai ke jembatan kayu itu. Namun masih dikejar oleh salah seorang perampok yang mengancam agar saya tidak macam-macam," ujar Paiman.

Dia menambahkan, tidak mengenali para tersangka. Menurutnya, perampoknya berjaket hitam dan ada yang berambut gondrong.

Melihat korban luka berlumuran darah, dua perampok kemudian naik ke dalam mobil untuk mengambil alih setir dan mengapit korban. Mobil kemudian dilarikan ke arah barat. Setelah mobil melaju,

Paiman berusaha melaporkan kejadian itu ke Prayitno (36), ipar Saidi yang bermukim di Dusun Nglilir, Desa Ngadirejo dan tidak jauh dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Mendapat laporan itu, segera Prayitno dan Paiman menuju ke TKP. Di TKP keduanya masih menemukan tas dan sandal korban. Setelah dibuka, di tas itu masih tersimpan uang Rp 17 juta yang sedianya akan dipakai korban untuk membeli dagangan ternak.

Dengan membawa tas berisi uang Rp 17 juta dan sandal milik korban, keduanya segera melaporkan kasus perampokan bersenjata api itu ke Polsek Eromoko.

Sementara itu, selang beberapa jam kemudian, datang laporan korban bersama mobilnya ditemukan di Desa Karangsari, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, yang lokasinya berbatasan dengan Kecamatan Manyaran, Wonogiri.

Korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Marga Husada Wonogiri. Namun kemudian dirujuk ke RS Dr Oen Solo Baru untuk menjalani operasi bedah guna mengeluarkan proyektil peluru yang mengeram di perutnya.

Tim Reskrim Polres Wonogiri yang melakukan olah TKP di Dusun Jamban, Desa Ngadirejo, Kecamatan Eromoko, Sabtu (14/10), berhasil menemukan satu buah selongsong peluru yang diduga dimuntahkan dari pistol perampok. (P27,hsn-42v)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA