logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 15 Oktober 2006 NASIONAL
Line

Petugas Perlintasan Ditambah

SEMARANG - PT Kereta Api (KA) Daop IV dan V bakal menambah petugas penjaga perlintasan rel kereta api yang tersebar di seluruh Jateng. Hal itu mengingat adanya kenaikan frekuensi perjalanan menjelang, saat, dan sesudah Lebaran.

Rencana tersebut dikemukakan Kadaop IV Ir Rono Pradipto melalui Humas Suprapto, sekaligus menjawab sorotan Wagub H Drs Ali Mufiz MPA dan Kapolda Jateng Irjen Drs Dody Sumantyawan HS SH, soal kerawanan kecelakaan di sejumlah perlintasan.

Sorotan cukup tajam itu, kali pertama menyembul ke permukaan saat rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2006, di aula Mapolda, Kamis lalu (12/10).

Menurut Suprapto, masukan ke instansinya sangat diperhatikan dan langsung ditindaklanjuti. Bahkan jauh hari sebenarnya sudah menjadi program khusus yang bakal dilaksanakan pada Lebaran tahun ini.

Penambahan itu, kata dia, mengingat frekuensi perjalanan KA diprediksi lebih tinggi dibanding hari-hari biasa.

Saat hari-hari biasa waktu jeda pemberangkatan tiap 30 menit, maka pada H-10 hingga H+10, dipastikan lebih cepat menjadi tiap 20 menit, atau maju 10 menit.

Sebagai perbandingan, data yang dibeberkan Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Jateng Soeharto, perkiraan jumlah pemudik yang masuk ke Jateng melalui perjalanan darat mencapai 5,1 juta meliputi bus, mobil pribadi, dan sepeda motor.

"Frekuensi jeda pemberangkatan KA tiap 20 menit tentu akan berpengaruh terhadap perlintasan yang ada. Karena itu, kita akan menambah petugas jaga. Jumlahnya menyesuaikan kebutuhan. Yang jelas bisa membantu petugas yang ada dan menambah penjaga di perlintasan tanpa palang pintu yang selama ini tidak dijaga petugas," tutur Suprapto.

Karena pada saat yang sama, lalu lintas kendaraan pemudik akan sangat tinggi. Terkadang pengendara yang kurang disiplin, kerap menyerobot perlintasan. Kondisi tersebut sangat rawan kecelakaan. Apalagi banyak perlintasan tanpa palang pintu yang tidak dijaga petugas.

Sangat Sedikit

Sementara itu, Pengawas Teknik Operasi PT KA Daop IV Syamsul Hadi mengungkapkan, jumlah perlintasan rel KA mulai dari Brebes, Tegal, hingga Semarang sebanyak 298 buah.

Dari jumlah itu, yang dijaga petugas sangat sedikit. Hanya 53 perlintasan. Itu pun, papar dia, penjaganya yang berasal dari PT KA hanya ada di 41 perlintasan. Sisanya di 12 perlintasan dijaga pihak ketiga. Dari jumlah itu, 34 perlintasan dinyatakan sebagai rawan kecelakaan.

Kondisi lebih parah adalah keberadaan 245 perlintasan yang tidak dijaga petugas. Bahkan dari jumlah sebanyak itu, 208 merupakan perlintasan resmi. Sisanya sebanyak 37 lokasi adalah perlintasan liar. Maksudnya, perlintasan itu ada karena dijadikan kebiasaan warga untuk memotong perjalanan agar lebih dekat. Jumlah daerah rawan kecelakaan di perlintasan yang tidak dijaga sebanyak 44 lokasi.

Untuk perlintasan dari Semarang hingga Bojonegoro yang dijaga petugas sebanyak 31 perlintasan. Adapun yang tidak dijaga dan merupakan perlintasan resmi sebanyak 226 perlintasan. Dari jumlah itu, terdapat 11 perlintasan yang dinilai rawan kecelakaan. (D12-23v)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA