| Jumat, 13 Oktober 2006 | SALA |
Uang Palsu Beredar di Pasar KlewerSOLO - Pedagang Pasar Klewer kini resah bukan hanya karena omzet penjualannya tak lagi setinggi Lebaran lalu, tetapi juga karena peredaran uang palsu di bursa tekstil terbesar kedua setelah Pasar Tanah Abang Jakarta itu. Darmasto, Sekjen Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) mengungkapkan sejak tiga hari lalu beberapa pedagang mengaku menerima uang palsu dari pembeli. Entah disengaja atau tidak uang pecahan Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 100 ribu palsu itu diselipkan di antara uang asli yang dibayarkan. ''Kadang-kadang pedagang tidak menyadari ada uang palsu di antara uang asli yang diterima. Lagi pula kan sulit, apalagi pecahan uang palsu itu diselipkan pada pembayaran dengan nilai besar. Misalnya dua pecahan lima puluhan ribu rupiah dari total pembayaran lima juta rupiah,'' tuturnya, kemarin. Apalagi menjelang Lebaran pengunjung meningkat. Pembeli yang berniat jahat memanfaatkan momen tersebut sehingga gampang lolos dari perhatian. ''Ada sebagian pedagang yang langsung mengetahui keaslian uang yang diterima, misalnya dengan detektor inframerah. Tapi tidak semua memiliki fasilitas itu,'' imbuh Sutarso, Ketua HPPK. Sehubungan dengan itu, pihaknya mengimbau seluruh pedagang agar lebih teliti, yakni menerapkan 3D (dilihat, diraba, diterawang) pada uang yang diterima. ''Kami juga terus menyosialisasikan keaslian uang melalui selebaran kepada pemilik kios. Selain itu, sesering mungkin mengingatkan pedagang melalui Radio Gapura (radio siaran terbatas di lingkungan Pasar Klewer-Red),'' ujarnya. Hati-hati Sekjen Pasamuan Pedagang Pasar Tradisional (Papatsuta) Wiharto juga mengimbau seluruh pedagang supaya lebih berhati-hati dan mewaspadai peredaran uang palsu. Sebab, tidak tertutup kemungkinan pelaku memanfaatkan momen Lebaran yang biasanya diikuti peningkatan omzet penjualan di pasar tradisional. ''Memang kemungkinannya lebih kecil dibandingkan dengan Pasar Klewer lantaran nilai transaksi di pasar tradisional lebih sedikit. Tapi lebih baik berhati-hati,'' tandasnya. Dia mengatakan keterbatasan para pedagang di pasar tradisional acap dimanfaatkan untuk mengedarkan uang palsu. Terkait dengan peredaran uang palsu, Bank Indonesia (BI) Surakarta hari ini akan menyebar leaflet tentang ciri-ciri uang palsu di sentra-sentra perdagangan termasuk Pasar Klewer. ''Begitu mendengar info di Pasar Klewer beredar uang palsu, kami langsung merespons,'' ujar Sutikno, Pemimpin BI Surakarta, kemarin. Menurut dia, Pasar Klewer menjadi salah satu incaran untuk mengedarkan uang palsu karena di situ setiap hari beredar uang antara Rp 7 miliar dan Rp 8 miliar. Ia mengungkapkan tahun ini sampai akhir September ditemukan uang palsu senilai Rp 159. 610.000 dan paling banyak pecahan Rp 100 ribu. (G13,bt-27) |