logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Oktober 2006 PANTURA
Line

Perajin Sepatu Keluhkan Sepi Pembeli

SIANG itu, Hj Chayati Warso, perajin sepatu di jalan raya Pagongan, Kabupaten Tegal, terlihat duduk di pojok ruangan, di antara etalase kaca yang memajang puluhan pasang sepatu kulit dan sandal kulit buah karyanya.

Wanita yang dianugerahi tiga putra itu mengungkapkan, kendati sudah mendekati Lebaran belum banyak pembeli yang mengunjungi tokonya. Bahkan, cenderung berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Sekarang ini sepi pembeli. Dahulu saya mampu menjual lebih dari lima pasang sepatu per hari. Namun sekarang hanya bisa menjual tiga pasang, itu sudah sangat beruntung," kata wanita yang mengenakan busana muslim itu.

Menurut dia, usaha tersebut merupakan warisan dari ayahnya, M Warso. Dia menggeluti usaha itu sejak 10 tahun silam.

Selain menjual sepatu, dia juga menerima pesanan sesuai dengan keinginan pelanggan, baik sepatu untuk laki-laki maupun wanita. Untuk menarik pelanggan, dia menawarkan garansi yang cukup menarik, yakni jika dalam waktu satu hingga dua hari sepatunya rusak, pihaknya siap memperbaiki.

"Yang jelas, kami mengedepankan kualitas. Sepatu buatan kami cukup kuat," terangnya.

H Abdul Aziz, perajin sepatu di Kecamatan Talang mengungkapkan, penurunan penjualan itu di picu faktor persaingan harga yang cukup ketat antarperajin. Padahal dengan harga berkisar antara Rp 85 ribu dan Rp 250 ribu/pasang, keuntungan sepatu itu kecil.

"Saya memilih menjual eceran dibandingkan dititipkan di toko besar, karena pembayarannya terkadang tidak lancar," jelasnya. Sebagai perajin sepatu dia harus selalu mengikuti model yang sedang naik daun. Sebab, jika tidak mengikuti tren harganya akan anjlok.

"Kalau modelnya ketinggalan harga bisa anjlok. Padahal, harga bahannya cenderung meningkat, maka kita harus rajin melihat model terbaru," katanya. (Aris Mulyawan-54d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA