logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Oktober 2006 PANTURA
Line

PWRI Membantu Orang Jompo dan Anak Yatim

PEKALONGAN - Para pensiunan yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Pekalongan Timur memberikan infak dan tali asih kepada orang-orang jompo dan anak yatim.

"Meski para pensiunan itu pendapatannya pas-pasan, mereka masih bisa menyisihkan uang untuk anak yatim dan lansia (lanjut usia-Red)," kata Zein Muhammad Babsel, Ketua Koordinator PWRI Pekalongan Timur, kemarin.

Penyerahan diawali Camat Pekalongan Timur Drs Muadi dilanjutkan Zein Muhammad Babsel dan pengurus lainnya. Penyampaian dilakukan di aula Kecamatan Pekalongan Timur dengan dihadiri Drs Soetomo mewakili ketua PWRI cabang dan beberapa kepala kelurahan di wilayahnya.

Menurut Zein, lansia yang dibantu seluruhnya tujuh orang itu, semuanya dari Kelurahan Noyontaan. Kepada tujuh lansia dibantu Rp 60.000 dan kain baju, sedangkan kepada 31 anak yatim diberi uang Rp 40.000 plus sarung untuk laki-laki dan perempuan kain baju. "Jadi, total lansia dan anak yatim yang dibantu berjumlah 38 orang," katanya.

Menurut Zein, awal dikumpulkannya bantuan itu muncul dari dirinya saat arisan. Kebetulan teman-teman pengurus PWRI setuju dengan rencana itu, asalkan tanpa paksaan. Artinya, mereka ikhlas memberikan uang yang direncanakan membantu anak yatim dan jompo.

"Kalau anggotanya 100 orang dan mereka setiap pertemuan menyerahkan Rp 100, maka akan terkumpul jumlah yang lumayan. Tetapi dalam praktiknya, mereka menyerahkan Rp 1.000 atau Rp 2.000, sehingga pengumpulan dana sosial itu cepat bertambah dan terkumpul banyak," ujarnya.

Setelah setahun dibuka, ternyata uang yang terkumpul cukup banyak. Karena itu, Zein langsung mencari dana tambahan kepada kepala kelurahan di wilayahnya asalkan ikhlas. Bantuan uang Rp 100 pun akan diterima dengan senang hati. Hal yang sama juga ditawarkan kepada Wali Kota Basyir Ahmad dan Camat Pekalongan Timur, Drs Muadi. "Alhamdulillah, semuanya membantu sehingga untuk kali pertama, dana itu diserahkan kepada anak yatim dan lansia," paparnya.

Camat Drs Muadi menambahkan sangat mendukung kegiatan PWRI yang dinilainya positif. Karena itu, selama masih ada di Pekalongan Timur, kegiatan itu akan didukung dalam rangka membantu kaum lemah. "Itu merupakan perbuatan amal baik untuk umat, sehingga perlu dikembangkan," ujarnya. (A15-54d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA