| Jumat, 13 Oktober 2006 | OLAHRAGA |
Renault Janjikan Mesin TangguhLONDON - Fernando Alonso tidak perlu mengkhawatirkan bagaimana kondisi mesin mobilnya saat berlaga di Interlagos 22 Oktober nanti. Pasalnya tim Renault menjanjikan mesin terbaik untuknya. Kegagalan mesin memang menjadi momok menakutkan dalam beberapa seri terakhir. Michael Schumacher menjadi pembalap paling akhir yang tertimpa sial gara-gara mesin Ferrarinya terbakar dan berasap di seri Jepang hari Minggu (8/10) lalu. Alhasil peluangnya untuk kembali menjadi juara dunia nyaris tertutup. Alonso sendiri juga pernah bernasib demikian. Di sirkuit Monza, GP Italia, 10 September lalu, menjadi momen bagi Alonso merasakan kesialan karena mesin mobilnya tidak bekerja seperti biasanya. Melihat pengalaman pahit tersebut, kubu Renault menegaskan tidak ingin mengulangi kesialan, terutama di laga pamungkas GP Brasil dua pekan mendatang. Karenanya mesin yang siap pakai, cepat dan tangguh dalam daya tahan akan disiapkan untuk Alonso dalam balapan di Interlagos. ''Renault tidak akan mencoba kembali atau melakukan tes lagi pada mesin berspekulasi lama V8, yang mana bisa meningkatkan kompetitivitas. Malahan kami akan memperbaiki motor kami untuk lebih efisien,'' tutur Direktur Mesin Renault Denis Chevrier seperti dikutip BBC, Rabu (11/10). Meski demikian Chevrier mengungkapkan bahwa pendekatan yang mereka lakukan akan sedikit berbeda di seri terakhir GP F1 musim 2006 itu. Renault akan bermain lebih aman meski tujuan akhir tetap memberi Alonso kejayaan di tahun terakhirnya bersama Renault. ''Sudah jelas bahwa pendekatan teknis kami tidak akan sama seperti biasanya. Kami tidak akan melakukannya di Interlagos 22 Oktober nanti. Fernando pastinya tidak akan melepas peluang untuk meraih kemenangan jika ia melihat kemungkinan tersebut,'' tandas Chevrier. (dtc,ant-28) |