logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Oktober 2006 OLAHRAGA
Line

PSSI Akan Bentuk BLA

JAKARTA - Rapat Paripurna Nasional (Rapanas) PSSI yang akan digelar 8-12 November depan di Wisma Argo Wisata, Malang, sudah dapat dipastikan bakal mengesahkan pembentukan Badan Liga Amatir (BLA). Badan Liga Amatir merupakan metamorfosis dari Bidang Pembinaan PSSI yang selama ini bertanggung jawab atas pelaksanaan kompetisi amatir, baik Divisi III, Divisi II, maupun kelompok usia dini.

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan seputar penyelenggaraan Raparnas mendatang.

"Jadi nanti kita akan memiliki dua badan yang mengelola kompetisi, yakni Badan Liga Indonesia (BLI) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kompetisi sepakbola profesional, dan Badan Liga Amatir (BLA) yang melaksanakan kompetisi amatir," kata Nurdin Halid di Jakarta, Rabu lalu.

Menurut Nurdin, BLI selama ini sudah melaksanakan fungsinya dengan baik, walau kinerjanya tentu harus terus ditingkatkan. "Tidak mudah mengelola kompetisi di Indonesia, apalagi di tengah iklim usaha yang belum sepenuhnya membaik," ujarnya.

Berkaitan dengan BLA, dia menyebutkan bahwa kompetisi amatir selama ini belum tergarap dengan baik karena kewenangan yang dimiliki bidang pembinaan sangat terbatas. Nantinya, setelah BLA terbentuk, badan ini pun memperoleh kesempatan untuk mencari sponsor guna menunjang pelaksanaan kompetisi yang dikelolanya. Namun, penggalangan sponsor untuk kompetisi amatir tetap dalam koridor kerjasama dengan bidang usaha, marketing dan promosi PSSI.

"Jadi tanggung jawab bidang usaha, marketing dan promosi ini sangat besar, karena mereka juga bertanggung jawab untuk menggalang sponsor program-program timnas."

Siap Total

Soal BLA, Ketua Bidang Pembinaan PSSI Subardi mengatakan, pada prinsipnya dia dan jajaran bidang pembinaan sudah siap 100 persen untuk memfungsikan BLA sebagaimana yang dikehendaki oleh Pengurus Harian PSSI. Subardi menjelaskan bahwa pembentukan BLA sebenarnya adalah untuk mendorong pencapaian program vision Indonesia, yakni program visi Asia yang dikedepankan untuk Indonesia. Intisari dari program vision Indonesia adalah untuk lebih mendorong terciptanya pemain-pemain amatir andal dari daerah untuk lebih mendukung kompetisi profesional.

Subardi menambahkan, adanya komitmen Nurdin Halid yang menginginkan agar pada 2012 sudah ada pemain Indonesia yang bermain di klub-klub Liga Eropa, yang akhirnya bisa mendorong tampilnya Indonesia di Piala Dunia 2018. "Pembinaan amatir harus menjadi fondamen yang kuat bagi pembinaan di klub-klub profesional. Artinya, kompetisi di Liga Amatir merupakan fondasi bagi kompetisi di profesional," tegas Subardi.

Dalam kaitan itu, Subardi mengemukakan harapannya agar klub-klub Divisi Utama dan Divisi I juga tidak melupakain aspek pembinaan bagi pemain yuniornya, atau pembinaan untuk kompetisi liga amatir. "Idealnya memang semua klub harus punya pembinaan untuk tim-tim kelompok usia dini," katanya. (wgm-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA