logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Oktober 2006 OLAHRAGA
Line

MFS Akan Pinjam Lagi Pemain Solo

SOLO-Lima pemain belia Solo yang tergabung dalam SSB New Pelita, belum lama ini tampil dalam ajang Piala Danone di Prancis. Kejuaraan tersebut diikuti 32 negara.

Lima pemain yang semuanya berusia 12 tahun itu adalah striker Ramon, bek sayap Adi Suryo Utomo, gelandang Waskito Chandra dan Mohammad Nasir Najib, serta kiper Aris Wahyu Nugroho. Mereka memperkuat Makassar Football School (MFS), yang menjadi juara nasional sehingga berhak berlaga di Prancis.

Penampilan anak-anak Solo dinilai mengesankan, karena itu Manajer MFS Ny Disak akan meminjam lagi personel SSB itu untuk Kejuaraan Asia di Malaysia, Desember mendatang.

"Mereka minta tambahan tiga pemain," kata direktur yang juga pelatih, Agus Suparno.

Pihaknya telah menyiapkan tiga personel tambahan, yaitu stoper Dwi Nurcahyo, libero Chandra Kurnia, dan gelandang Adi Sasono.

Untuk mengasah keterampilan dan menjaga kondisi, delapan pemain dari SSB New Pelita ini terus berlatih di bawah pengawasan kuartet pelatih Indarto, Anung, Suyitno, dan Agus Suparno.

"Meski puasa, mereka terus berlatih," jelas Agus, yang juga mantan bek Persis.

Menurut dia, lima pemainnya terpilih karena sembilan personel MFS didiskualifikasi akibat ketahuan mencuri umur. Keputusan pendiskualifikasian itu dijatuhkan sehari sebelum final nasional di Stadion Kuningan, Jakarta. Saat final, MFS tetap berhasil mengalahkan New Pelita 1-0.

Tetapi, untuk menutup kekurangan personel, mereka meminjam lima pemain New Pelita tersebut.

Di Prancis, MFS yang dilatih oleh Rio mampu menunjukkan pembibitan persepakbolaan Indonesia tidak bisa dipandang remeh.

Semifinal

Dalam babak penyisihan mereka menang atas Rusia 2-0, mengalahkan Italia 1-0, dan menundukkan Portugal 4-1. Pada babak 16 besar, Australia ditundukkannya 2-0.

Dalam babak delapan besar mereka mampu mengatai China 1-0. Langkahnya terhenti di babak semifinal, dikalahkan tuan rumah Prancis 1-4.

"Pertahanan Prancis sulit ditembus. Meskipun tidak bisa ke final, kita puas, karena sebelumnya berhasil mengalahkan banyak tim. Nama Indonesia menjadi terkenal," kata Waskito Chandra.

Secara terpisah lima pemain tersebut mengaku sebelum turun bertanding sempat grogi, karena postur lawan rata-rata tinggi.

"Ternyata setelah main 10 menit, kita bisa mengatasinya," jelas Adi Suryo.(P44-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA