logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Oktober 2006 OLAHRAGA
Line

Nasib Aragones Tetap Diragukan

MADRID- Keraguan tetap saja menggantung di Spanyol mengenai nasib pelatih tim nasional Luis Aragones, kendati dia baru saja mengantar timnya menang atas Argentina dalam sebuah partai uji coba, Kamis (12/10) WIB di Murcia.

Kemenangan 2-1 dengan jelas memperlihatkan Spanyol amat dominan atas tim asal Amerika Selatan itu. Namun, sukses tersebut tidak cukup untuk menghentikan perdebatan tentang masa depan Aragones.

''Bagi saya, debat mengenai masa depan saya untuk sementara telah ditutup," tegas Luis Aragones usai kemenangan mengesankan itu. "Saya tetap bertugas kecuali saya dipecat."

Tampaknya, langkah pemecatan akan terlihat lebih tidak mungkin ketimbang sebelumnya ketika mereka dikalahkan dalam pertandingan tandang kualifikasi Euro 2008 oleh Swedia 2-0, Sabtu lalu.

Ketua Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF), Angel Maria Villar, sudah dengan gamblang mengatakan tidak akan memecat Aragones, kendati publik menuntut itu.

"Jika Villar tidak memecat Luis setelah kekalahan dari Swedia," tulis harian olahraga Madrid, Kamis (12/10) "Maka dia lebih tidak mungkin melakukan itu setelah kemenangan tadi malam (atas Argentina)."

Media Spanyol sepakat bahwa alasan sebenarnya mengapa Villar tidak memecat Aragones adalah tidak bisa menyediakan dana 7,5 juta dolar AS untuk membayar pelatih berusia 66 tahun itu dan para asistennya.

Tapi harian El Pais mengungkapkan, Aragones masih belum menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2008 yang ditawarkan Villar usai putaran final Piala Dunia. Koran itu mengingatkan bahwa RFEF masih diusut pemerintah Spanyol dalam kaitan penggunaan uang publik.

Vicente de Bosque

Meski pendiriannya menguntungkan Aragones, diam-diam Villar ternyata membangun hubungan dengan Vicente del Bosque dan Miguel Angel Lotina dalam beberapa hari ini. Pelatih lain yang disarankan media sebagai pengganti Aragones adalah Marcello Lippi asal Italia.

Kebanyakan media Spanyol terus meragukan Aragones, kendati menang atas Argentina.

Menurut koran Valencia, Super Deporte Kamis, "Kemenangan dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung santai, sebenarnya tidak akan banyak mengubah sesuatu. Masih akan sulit untuk lolos ke final Euro 2008."

Dalam pertandingan melawan Argentina, Spanyol memimpin melalui tembakan spektakuler jarak jauh dari pemain tengah Xavi pada babak pertama. Tapi Argentina menyamakan kedudukan satu menit kemudian ketika pemain pengganti Daniel Bilos mencetak gol dari jarak dekat, memanfaatkan umpan matang dari Lionel Messi.

Spanyol mendominasi untuk waktu yang lama, tapi tidak membuahkan hasil sampai striker David Villa mencetak gol dari titik penalti, setelah Andres Iniesta dipecundangi kapten Roberto Ayala. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA