| Jumat, 13 Oktober 2006 | OLAHRAGA |
McClaren Siap DipersalahkanMereka menyerah 0-2. Hasil itu jelas makin menyulitkan John Terry dan kawan-kawan, karena empat hari lalu mereka juga tertahan 0-0 oleh Makedonia di Old Trafford, Manchester. "Kroasia memenangi pertandingan karena kesalahan saya. Strategi yang saya terapkan gagal," aku McClaren kepada wartawan usai pertandingan. "Saya menerima pujian ketika menang, jadi saya juga harus siap menerima kecaman ketika kalah." Format tidak biasa 3-5-2 yang dipilih McClaren menempatkan Gary Neville dan Ashley Cole yang biasa beroperasi di blok pertahanan ke posisi sayap. Akibatnya, mereka tampil sangat canggung ketika mendapat tekanan. Meski mengaku bersalah karena menerapkan strategi tersebut, McClaren menegaskan bahwa ia tidak menyesal dengan perubahan yang dilakukannya. "Saya selalu yakin bahwa kami harus mengganti sistem. Ini keputusan untuk melakukan perubahan itu. Ini tanggung jawab saya. Saya tidak menyesal telah melakukannya," katanya. Selama ini, Inggris nyaris selalu identik dengan format 4-4-2, yakni dengan empat bek sejajar, empat gelandang dan dua striker. "Kami berhasil pada 15 menit pertama, tetapi kemudian keteteran setelah mendapat tekanan. Tapi kami sadar sedang bertanding di tempat yang sulit. Kami harus berhadapan dengan tim yang bermaterikan pemain muda," kilah eks pelatih Middlesbrough ini. McClaren, yang mengambil alih posisi pelatih Sven-Goran Eriksson usai Piala Dunia 2006, sempat menimbulkan banyak tanda tanya ketika berbicara kepada televisi Sky Sports pekan lalu. Saat itu, dia mengungkapkan rencananya untuk mengubah formasi timnya dari 4-4-2 ke 3-5-2. Sempat muncul kabar bahwa rencana itu menimbulkan perbedaan di antara pemain. Sebagian mereka tidak suka jika format itu diterapkan tanpa melewati uji coba dulu. Namun McClaren mengatakan bahwa bila dia berhasil melewati 15 menit pertama dengan baik dalam sistem 3-5-2 itu, maka dia yakin seterusnya bisa mengontrol pertandingan. Sayang eksperimennya gagal total. Meski pada 15 menit pertama tampil lumayan baik, selanjutnya mereka kehilangan kontrol diri. Gaya Eriksson Ketika menjadi asisten Eriksson di Piala Dunia 2006, McClaren memang pernah menyaksikan eksperimen perubahan strategi. Saat itu, Eriksson yang kontraknya diputus dua tahun lebih cepat, beberapa kali memainkan format 4-3-1-2. Tetapi sistem itu dipilih akibat tidak fitnya Wayne Rooney, sehingga timnya terpaksa mendorong seorang gelandang lebih ke depan -yang diperankan oleh Joe Cole- untuk menjembatani aliran bola dari tengah ke depan yang sering blank. Sedangkan McClaren memilih strategi yang sama sekali berbeda. Format 3-5-2 sudah lama ditinggalkan oleh tim itu. Pelatih Kroasia, Slaven Bilic, memuji penampilan para pemainnya. "Ini adalah kemenangan yang membanggakan karena menghadapi salah satu tim terbaik di dunia. Saya senang, kami memang pantas memenangi pertandingan," katanya. "Pujian pantas diberikan kepada pemain. Mereka telah melakukan tugas dengan baik. Mereka mendapatkan hasil yang diinginkan." Menurut Bilic, kemenangan tersebut sangat berharga untuk memuluskan langkah menuju putaran final Euro yang akan digelar di Swiss dan Austria pada 2008. "Kami tahu bahwa perubahan formasi membuat mereka (Inggris) kesulitan untuk mengadaptasikannya. Kami selalu menginginkan untuk mendominasi pertandingan sehingga mereka berada dalam tekanan," kata Bilic. "Saya senang bisa memanfaatkan celah dalam formasi 3-5-2 yang mereka terapkan di sayap lapangan. Saya juga senang karena kami terus menekan pada 20 menit terakhir untuk berusaha mencetak gol ketiga." Kroasia unggul berkat sebuah sundulan pemain kelahiran Brasil, Eduardo da Silva, dan gol bunuh diri Gary Neville. Kiper Inggris Paul Robinson yang tampil cemerlang pada babak pertama, akhirnya kebobolan juga ketika salah dalam melakukan antisipasi sundulan Da Silva. Dia juga gagal menyapu bola umpan Neville gara-gara si kulit bundar membentur permukaan lapangan yang tidak rata. Bola yang akan disapunya justru meleset dan masuk ke gawang. Da Silva, yang tampil tenang, memecah kebuntuan pada menit ke-61 memanfaatkan umpan silang Nico Kovac dari sayap kanan. Gol tersebut langsung disambut gemuruh para pendukung tuan rumah yang tampak terkendali. Hanya berselang delapan menit, tuan rumah menambah gol menjadi 2-0 ketika umpan Neville kepada Robinson meluncur liar. Kroasia tampil mendominasi sejak babak pertama. Inggris beruntung tidak kebobolan lebih banyak gol berkat penampilan gemilang Robinson. Dengan formasi 3-5-2 yang menempatkan Neville dan Ashley Cole sebagai sayap, barisan pemain tengah Inggris tidak bisa berbuat banyak untuk menyuplai bola kepada dua penyerang Wayne Rooney dan Peter Crouch.(rtr,F3-40) |