| Jumat, 13 Oktober 2006 | NASIONAL |
Rumah Warga dan Tanggul Lumpur Panas RetakSURABAYA - Kekhawatirkan banyak kalangan bahwa semburan lumpur panas mengakibatkan penurunan tanah dan rumah warga bisa retak-retak mulai terbukti. Sekitar 80 rumah warga Desa Renokenongo, Kecamatan Porong menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat retak-retak. Bagian yang banyak mengalami keretakan adalah lantai dan tembok di teras rumah. Bahkan, ada tembok rumah yang sudah miring sekitar 4 cm. Rumah itu antara lain di RT 16 RW 4, Pedukuhan Wangkal, Desa Renokenongo, Kecamatan Porong. Ketua RT Abdulhadi, kepada wartawan, Kamis (12/10) menuturkan, retak-retak itu terjadi beberapa waktu lalu. "Memang belum menampakkan kerusakan berarti. Boleh dibilang rumah semua warga mengalami hal yang sama. Kejadian itu sangat mengkhawatirkan," katanya. Kondisi rumah itu semakin parah ketika awal Oktober lalu pihak PT Lapindo Brantas melakukan pengeboran miring (relief well 3) di wilayah tersebut yang lokasinya tidak jauh dari permukiman. Pemasangan paku bumi menimbulkan getaran keras. Akibatnya, rumah warga yang sebelumnya telah retak, kini kondisinya semakin parah. Menurut Abdulhadi, dirinya tak tahu pasti apakah penyebab keretakan itu semburan lumpur panas atau faktor lainnya. Yang pasti, keretakan rumah itu terjadi setelah adanya semburan lumpur panas. ''Kami telah menyampaikan laporan kepada PT Lapindo, bahkan sudah dilakukan survei dua kali, tapi sampai saat ini tak ada tindak lanjutnya," tambahnya. Rembesan Air Sementara itu, karena volume lumpur dan air yang ditampung sangat besar, kondisi tanggul kolam penampungan (pond) dekat Km 37.600 jalan tol Surabaya-Gempol juga retak-retak. Kolam penampungan itu berada di Desa Siring, Kecamatan Porong. Retakan tanggul itu ditemukan di tiga tempat. Bahkan salah satu retakan tanggul tersebut sudah mengeluarkan rembesan air bercampur lumpur ke jalan tol. Tanggul itu retak diduga karena debit air teralalu banyak dan mulai naik. Selain itu, juga karena kondisi fisik tanggul kurang kokoh. Ketua Desain dan Supervisi Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur Panas Porong Arie Setiadi ketika dihubungi wartawan membenarkan adanya keretakan dan kebocoran tanggul di genangan induk sekitar tiga meter dari jalan tol Km 37.600 di Desa Siring, Porong. Dia mengemukakan, untuk mengatasi masalah itu, Tim Nasional telah menerjunkan satu unit begu. Dia juga mengaku mendatangkan truk bermuatan pasir dan batu (sirtu) ke lokasi retakan untuk menebalkan tanggul dan menutup retakan. Kondisi tanggul yang retak itu dipantau selama 24 jam dan terus dievaluasi perkembangannya. Tersedianya sarana yang memadai diharapkan mampu membantu mengatasi keretakan tanggul di genangan induk sehingga tak sampai mengganggu arus lalu lintas di jalan tol yang baru dibuka pada Rabu (11/10) lalu. (G14-60n) |