| Jumat, 13 Oktober 2006 | NASIONAL |
Stok BBM Jalur Selatan RawanSEMARANG-Wakil Gubernur Jateng Drs H Ali Mufiz MPA menyorot tajam soal ketersediaan atau stok BBM sarana transportasi di sejumlah SPBU di jalur selatan yang dinilainya rawan kekurangan. Karena itulah pihak Pertamina diminta sedini mungkin melakukan berbagai antisipasi yang kongkret menjelang dan sesudah lebaran tahun ini. Sorotan tajam Wagub yang mewakili Gubernur H Mardiyanto, mencuat saat rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pelaksanaan ''Operasi Ketupat Candi 2006'' yang digelar Polda Jateng, Kamis (12/10). ''Kalau ketersediaan BBM di sejumlah SPBU di jalur pantura sudah tidak ada masalah. Tapi di jalur selatan, yang letak tiap SPBU saling berjauhan, apakah ada langkah antisipatif agar bisa cepat menangani kejadian seperti ini. Apakah ada mobil tangki BBM keliling yang bisa membantu kekurangan pasokan BBM ini, jika satu SPBU mengalami kekurangan?'' tanya dia. Dalam rapat yang dipimpin Kapolda Irjen Drs Dody Sumantyawan HS SH, Wagub juga menyorot kesiapan BUMN itu di Jateng, dalam memenuhi kebutuhan BBM untuk kebutuhan lainnya. Dia mencontohkan, waktu libur yang cukup panjang menjelang dan sesudah lebaran. Kebutuhan bahan bakar itu dinilainya akan cukup banyak. Jangan sampai terjadi kelangkaan BBM di hari-hari tersebut. ''Apakah ada, cara yang lebih cepat untuk mempermudah pencairan DO demi kelancaran pasokan bahan bakar ini?'' tanya dia. Sorotan berikutnya, secara kritis juga diayunkan ke jajaran Daop IV. Menurut dia, jumlah seluruh perlintasan KA mulai dari wilayah Tegal hingga Bojonegoro sangat bagus. Persis seperti merek rokok ''triple five'' atau ''555''. Pertanyaan yang disampaikan Wagub, apakah pihak PT KA Daop IV sudah mengidentifikasi secara khusus perlintasan rel KA yang rawan kecelakaan? Mengingat tiap tahun di perlintasan yang rawan itu, selalu terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa tidak sedikit. Kereta Api PT Kereta Api menyiapkan 225 kereta terdiri atas 211 KA reguler dan 14 KA tambahan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran. Kereta tersebut sudah siap di operasikan di tiap-tiap daerah operasi. "Persiapan sudah dilakukan di tiap-tiap Daop, baik lokomotif, kereta, maupun sarana lainnya. Posko juga telah disiapkan, baik posko untuk pengamanan di stasiun maupun posko pantauan di daerah rawan," jelas Direktur Operasi PT KA Soedarmo Ramadhan, seusai kegiatan Apel Kesiapan Angkutan Lebaran Daop V di Stasiun Purwokerto. Ia memperkirakan, puncak arus mudik akan terjadi pada H-3, yaitu pada hari Sabtu (21/10). Tumpuan keramaian puncak arus mudik itu adalah di stasiun-stasiun di Jakarta, seperti Stasiun Gambir, Pasar Senen, dan Jatinegara. Pada puncak arus mudik itu PT KA telah menyiapkan KA dalam jumlah yang cukup. Sementara itu untuk arus balik, puncaknya diperkirakan akan terjadi pada H+4 atau H+5, yakni pada 28 dan 29 Oktober. "Purwokerto dan Kutoarjo merupakan salah satu tumpuan arus balik," ujar Ramadhan. (D12,G6, G23-64n) |