logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Oktober 2006 NASIONAL
Line

"Tuan Meleset" Membuat Inggris Merana


SM/afp BUNUH DIRI: Kiper Inggris Paul Robinson ketika gagal mengantisipasi sundulan Eduardo da Silva. Robinson melengkapi kekalahan Inggris menjadi 0-2 dari Kroasia karena melakukan gol bunuh diri menit ke-69. (40)

ZAGREB- Paul Robinson mendapat julukan baru. Kiper timnas Inggris itu "dianugerahi" nama "Tuan Meleset" oleh media-media negeri Ratu Elizabeth tersebut. Penyebabnya apalagi kalau bukan karena blunder konyolnya yang mengakibatkan Inggris makin tenggelam dalam kekalahan dari Kroasia di Zagreb, Kamis (12/10) dinihari WIB.

Akibat kegagalan Robinson mem-backpass umpan Gary Neville, bola meluncur ke gawangnya sendiri. Gol. Inggris pun menyerah 0-2.Penjaga gawang Tottenham Hotspurs itu langsung termangu lesu.

Pada pertandingan babak kualifikasi Grup E Euro 2008 itu, Robinson sebenarnya bermain gemilang. Dia menggagalkan beberapa peluang emas tuan rumah di babak pertama.

Kroasia yang lebih banyak menguasai bola pada babak pertama. Mereka memaksa Inggris lebih banyak bertahan.

Pemain tengah Portsmouth, Niko Kranjcar memperoleh tiga peluang untuk mencetak gol, tapi dua di antaranya digagalkan oleh Robinson. Satu lagi diadang pemain belakang Rio Ferdinand. Robinson kembali menyelamatkan gawangnya pada awal babak kedua ketika dengan cerdas mengadang sundulan penyerang Mladen Petric.

Tapi penampilan mengesankan kiper kelahiran 15 Oktober 1979 itu memudar ketika akhirnya ditaklukkan oleh gol Eduardo Da Silva pada menit ke-61.

Nasib buruk membuatnya harus menahan malu seumur hidup delapan menit kemudian. Kasusnya diawali oleh back pass Gary Neville. Robinson sebenarnya sudah dalam posisi aman untuk menyapu bola. Namun sial, sepersekian detik sebelum kakinya diayunkan, bola menghantam tanah yang tidak rata. Akibatnya, arah si kulit bundar bergeser beberapa centimeter. Namun itu cukup untuk membuat Robinson ternganga. Tendangannya meleset. Bola dengan indahnya masuk ke dalam gawang.

Tanah Bergelombang

Robinson tertunduk lesu. Dia masih terlihat sangat sedih hingga akhir pertandingan -mungkin juga untuk jangka waktu yang lama- meski sudah dihibur oleh rekan-rekannya, termasuk pelatih kiper Ray Clemens. "Gol itu sangat aneh," aku Robinson. "Bola itu melewati lapangan yang tidak rata, bergeser, dan saya sudah tidak dalam posisi untuk menyelamatkannya."

Menurut Robinson, bola menghantam tempat kiper Kroasia mengambil tendangan gawang di babak pertama. Tampaknya, kebiasaan kiper Kroasia yang selalu menginjak-injak tempat menaruh bola sebelum ditendang itu mengubah struktur muka lapangan menjadi sedikit bergelombang. "Ada lubang di tanah. Saya tahu itu bekas kiper menaruh bola sebelum ditendang," tambah Robinson.

"Ketika saya berusaha menendang umpan Gary, terjadi pergeseran. Bolanya sedikit memantul dan berubah arah. Betul-betul aneh," akunya.

Arsitek Inggris, Steve McClaren yang mendapat kecaman hebat, juga menyayangkan insiden tersebut. Tetapi dia tidak menyalahkan Robinson. Ia tetap memuji kiper yang akan genap berusia 27 tahun itu sebagai pemain yang bagus."Robinson tampil bagus sepanjang pertandingan," papar McClaren. "Dia tidak beruntung ketika bola mencelat dari kakinya. Gol kedua itulah yang mematikan permainan ini."

Kesalahan fatal menjadikan Robinson sebagai bulan-bulanan pers Inggris. The Sun menulis headline yang sangat menohok, "Semuanya Ditentukan oleh Tn Meleset."

Nyaris serupa dengan The Sun, Daily Express juga memberi judul tak kalah menyudutkannya, "Ini untuk Anda Tn Meleset".

Daily Mail menyebut skuad Steve McClaren sebagai badut dengan sindiran "Steve mengirim para badut ke lapangan."

Tapi, dalam ulasannya, Daily Mail tak terlalu menyudutkan Robinson. Mereka menuliskan, "Jika ada yang bisa membuat Paul Robinson tidak perlu merasa terlalu bersalah adalah karena Inggris sudah tertinggal. Mereka tidak terlihat bisa membalas gol." (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA