| Jumat, 13 Oktober 2006 | NASIONAL |
Pesawat Kecil Tabrak Gedung, New York Kalang Kabut
NEW YORK - Kejadian mirip tragedi 11 September 2001 menggegerkan masyarakat New York Kamis kemarin. Sebuah pesawat kecil menabrak gedung 52 lantai di Upper East Side, Manhattan. Peristiwa itu membuat kalang kabut warga New York yang masih trauma dengan tragedi serangan 11 September. Terungkap kemudian, kejadian itu adalah murni kecelakaan pesawat yang dipiloti seorang bintang baseball New York Yankees. Ketika kecelakaan itu terjadi, cuaca dalam keadaan mendung dan berkabut. Pesawat-pesawat jet militer dikerahkan untuk patroli di kota-kota di Amerika sebagai tindakan berjaga-jaga. Bursa saham Wall Street New York sempat merosot kendati kemudian pulih kembali setelah diketahui kejadian itu bukan serangan teroris. Pesawat dengan kapasitas empat penumpang itu adalah milik pribadi pitcher klub New York Yankees, Cory Lidle (34). "Musibah ini mengejutkan kami semua dan seluruh organisasi Yankees," kata pemilik klub George Steinbrenner. "Saya ikut berbela sungkawa dan berdoa bagi istrinya Melanie dan putranya Christopher." Asap tebal disertai kobaran api muncul dari lantai atas gedung pencakar langit itu. Khawatir ada serangan seperti 11 September, dikerahkan 100 petugas pemadam kebakaran ke lokasi. Namun, para pejabat New York langsung menyimpulkan bahwa kejadian itu tidak terkait dengan terorisme, bahkan sebelum jenazah Lidle berhasil diidentifikasi. Selain Lidle, seorang instruktur penerbang juga tewas dalam kecelakaan itu. Berusaha Menghindar Lidle terakhir kali tampil dalam pertandingan final Sabtu lalu melawan klub Tigers di Detroit. Bintang baseball yang terkenal di kalangan publik Amerika itu lahir di Hollywood, California dan memulai karirnya di klub New York Mets pada 1997. Wali Kota New York Michael Bloomberg mengatakan, 11 petugas pemadam kebakaran dilarikan ke rumah sakit karena cedera. Kathy Robinson, juru bicara Rumah Sakit New York Presbyterian mengatakan, ada lima warga yang juga dirawat karena terluka dalam musibah itu. Lidle sendiri saat wawancara dengan harian Times bulan lalu mengatakan, para penggemar Yankess tidak perlu mencemaskan keselamatannya karena pesawat dalam kondisi aman. "Pesawat saya dilengkapi parasut," kata Lidle. "Sebanyak 90 persen pilot tidak pernah mengalami gangguan mesin selama penerbangan. Tetapi, kalau terjadi sesuatu saat penerbangan, sudah ada parasut yang akan membantu pesawat mendarat dengan aman." Pesawat lepas landas dari Bandara Teterboro di New Jersey, hanya beberapa kilometer dari Manhattan. Pesawat mengelilingi Patung Liberty sebelum terbang ke utara dan akhirnya menabrak gedung di Manhattan. Pesawat nahas itu menghantam gedung pencakar langit di East 72nd St-York Avenue, dekat East River. Gedung yang didirikan pada 1980-an itu difungsikan sebagai apartemen penduduk. Sebanyak 12 lantai bawah difungsikan untuk rumah sakit. Seorang warga bernama Luis Gonzales (23) sedang bekerja menggarap renovasi bangunan di satu apartemen yang berdekatan dan menyaksikan kecelakaan itu. "Saya sedang melihat ke luar jendela dan melihat pesawat tersebut terbang sangat dekat dengan kami. Pesawat berusaha menghindari gedung tetapi tetap menabraknya," katanya.(rtr-gn-25) | ||||