logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 13 Oktober 2006 NASIONAL
Line

Toko Perlengkapan Polri Terbakar

  • Kerugian Capai Miliaran Rupiah

TERBAKAR: Sejumlah petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang melalap toko Bhara Abadi yang bergerak di bidang penjualan perlengkapan Polri dan Bengkel Mobil Hyundai di Jl Hasanudin Semarang Utara, semalam.(57)

SEMARANG - Kebakaran hebat semalam menimpa sebuah toko perlengkapan TNI, Polri, dan sipil, Bhara Abadi di Jl Hasanudin No G-20, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara.

Selain meludeskan toko yang memasok perlengkapan Polri Polda Jateng, jilatan api juga merembet ke bangunan sebelahnya, yakni dealer dan bengkel mobil Hyundai.

Kedua tempat usaha itu tinggal puing-puing. Bahkan, api sempat merembet ke bangunan samping dan belakang toko, yang terdiri atas gudang penyimpanan kayu dan sebuah mebel. Kerugian akibat musibah itu diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Hingga pukul 23.00, api sudah bisa dijinakkan. Namun, petugas Pemadam Kebakaran tetap melakukan penyemprotan untuk memastikan bahwa api benar-benar telah padam.

Api kali pertama diketahui berasal dari Toko Bhara Abadi, sekitar pukul 17.00. Di toko tersebut terdapat berbagai perlengkapan dan atribut TNI dan Polri.

Menurut keterangan salah seorang saksi, Erik (23), warga Kampung Purwosari Perbalan, Semarang Utara, awalnya dia melihat kepulan asap dari bagian depan tersebut.

Saat itu dirinya sedang nongkrong bersama beberapa rekannya di seberang jalan. Begitu melihat api mulai membesar, dirinya segera berlari ke arah toko dan berteriak meminta pertolongan. "Pada mulanya saya pikir, itu sampah yang dibakar. Tapi tiba-tiba api cepat sekali membesar. Saya teriak-teriak minta tolong agar warga ikut memadamkan api," tutur Erik.

Namun si jago merah kian membesar dan terus menjulang tinggi. Ratusan warga yang datang ke lokasi berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sebagian dari mereka kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dan Polwiltabes Semarang. Usaha warga untuk memadamkan api tak membuahkan hasil.

Api kian membesar, bahkan merembet ke sebuah dealer dan bengkel mobil Hyundai yang bersebelahan dengan Toko Bhara Abadi. Saat kobaran api melalap bangunan tersebut beberapa kali terdengar suara ledakan keras. Dentuman bunyi yang diikuti suara gemeretak rerambatan api yang melalap bangunan, membuat warga di lokasi kejadian panik.

Tujuh Mobil Pemadam

Amukan si jago merah yang sulit diredakan mengancam bangunan yang ada di bagian samping dan belakang toko yang terbakar. Tak lama berselang, petugas kepolisian dan pemadam kebakaran pun datang ke lokasi kejadian.

Untuk menjinakkan api, dikerahkan tujuh unit mobil Pemadam Kebakaran Kota Semarang, yang secara bergantian datang ke lokasi kejadian. Kebakaran lebih hebat ditakutkan akan terjadi. Pasalnya, di bagian samping dealer mobil terdapat penyimpanan kayu dan toko mebel. Sementara di timur lokasi itu terdapat permukiman padat.

Kendati penyemprotan air dari selang mobil pemadam dilakukan terus-menerus, api sulit dipadamkan. Hal Itu dikarenakan bangunan dan barang-barang yang ada di dalamnya tergolong benda yang mudah terbakar. Karena api sulit dipadam, petugas memutuskan melokalisasi kobaran api agar tidak merambat ke bangunan lain.

Kebakaran hebat itu juga mengakibatkan arus kendaraan di Jl Hasanudin macet total. Jalan utama menuju Perumahan Tanah Mas itu kemudian ditutup. Puluhan aparat kepolisan dari Polwiltabes Semarang berusaha menghalau kerumunan warga yang melihat kejadian tersebut.

Kerumunan warga yang memadati Jl Hasanudin membuat kewalahan petugas kebakaran karena menghalangi keluar masuk mobil pemadam yang akan mengambil air. Untuk mengantisipasi musibah yang lebih parah, aliran listrik PLN di sekitar lokasi dipadamkan.

Kasatreskrim Polwiltabes Semarang Kompol Agus Rohmat SIK SH MHum mengatakan penyebab kebakaran masih belum bisa disimpulkan. Menurutnya, hingga kemarin petugas kepolisian masih memprioritaskan pengamanan lokasi. "Kami baru besok (hari ini-Red) akan melakukan penyidikan labfor untuk mengetahui sebab-sebab kebakaran," kata kasatreskrim.

Kebakaran di Batang

Sementara iut, untuk kali ke dua, peristiwa kebakaran besar terjadi di Kabupaten Batang. Empat kios di Pasar Batang, Kamis sore kemarin terbakar. Keterangan yang dihimpun semalam menyebutkan, api kali pertama terlihat dari dalam salah satu kios di sebelah timur sekitar pukul 17:15. Beberapa warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung menghubungi Satpam pasar.

Namun, ternyata api sudah membakar isi kios dan merambat ke kios sebelah. Saat itu, pasar sudah tutup. Dalam waktu sekejap, api langsung membesar, melalap warung dan kios pupuk. Kepulan asap hitam terlihat sampai di alun-alun yang berjarak sekitar 200 meter.

Beberapa warga lain langsung menghubungi Petugas Pemadam Kebakaran DPU. Upaya memadamkan api itu dibantu puluhan warga. Beberapa di antara mereka ada yang naik ke atap, kemudian memecahkan genteng agar si jago merah tidak menjalar.

Semprotan air dari mobil pemadam kebakaran membuat api padam. Namun tak lama kemudian, api kembali menyala. Kejadian itu berulang terus menerus. Meskipun sudah dikerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran, api belum bisa padam secara tuntas.

Usaha untuk melokalisasi agar api tidak merembet ke los dalam, dilakukan dengan cara merusak penyangga kayu atap di bagian belakang kios yang terbakar. Kapolsek Batang Kota, AKP Agus Purwoto SH memimpin langsung upaya pembongkaran bagunan agar api tidak merambat ke bangunan dalam tersebut.

Sementara itu dari luar, Wakapolres Kompol Adib Tauchidin SH memimpin anggotanya melakukan pengamanan. Puluhan anggota, baik yang beseragam maupun tidak, diterjunkan untuk mengamankan barang-barang milik pedagang yang diletakkan di halaman parkir. (H21,ar-41,64a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA