| Jumat, 13 Oktober 2006 | MURIA |
''Setan Bikin Orang Nyolong Sandal di Masjid''KUDUS - Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (12/10), dipenuhi 320 anak yang diundang Tim Penggerak PKK. Mereka terdiri atas 300 anak yatim dari semua kecamatan dan 20 anak anggota Darma Wanita Persatuan serta paguyuban istri legislatif dan eksekutif. Anak-anak tersebut datang untuk menerima santunan yang diserahkan Ketua Tim Penggerak PKK Hj Rina Tamzil SH. Selain itu, diberikan pula santunan 27 orang lanjut usia (lansia) duafa. Rina saat ditemui setelah acara berharap agar santunan itu menjadi dorongan untuk lebih giat belajar dan rajin dalam menunaikan ibadah pada Ramadan. ''Semoga mereka kelak menjadi anak-anak yang saleh,'' harapnya. Menurutnya, kegiatan pemberian santunan dan pengajian pada Ramadan merupakan program rutin Tim Penggerak PKK. ''Hari ini (kemarin), setelah memberikan santunan kami juga mengadakan pengajian yang menghadirkan KH Abdul Wachid dari Semarang.'' Wachid pada saat memberikan mauidloh hasanah mengingatkan semua anak agar pada bulan Puasa ini selalu menjaga lisan dan raut muka. Ceria ''Jaga mulut kalian dari perkataan yang tidak baik dan selalu jaga raut muka agar tetap ceria sambil membaca basmalah,'' pesannya. Dia juga berharap, semua anak tetap tekun melakukan shalat. ''Shalat lima waktu harus terus ditegakkan, jangan sampai bolong-bolong.'' Pada Ramadan ini, dia juga meminta agar anak-anak mengerjakan shalat tarawih dan tahajud. Wachid lantas mengingatkan hadirin untuk tidak mudah tergoda setan. ''Setanlah yang membuat orang kaya sombong dan orang miskin nyolong sandal di masjid,'' ucapnya yang disambut tawa anak-anak. Kepada ibu-ibu yang hadir siang itu, Wachid juga mengingatkan mereka untuk selalu menyayangi anak. Acara tersebut dihadiri Bupati Ir HM Tamzil MT, Komandan Kodim Letkol Inf Priyo Jatmiko, serta beberapa camat. (dit-52j) |