| Jumat, 13 Oktober 2006 | INTERNASIONAL |
Nobel Sastra untuk Novelis TurkiSTOCKHOLM - Orhan Pamuk, komentator masalah sosial dan novelis terkenal Turki, meraih penghargaan Novel sastra 2006 , Kamis kemarin. Dalam pujiannya bagi penghargaan senilai 10 juta crown Swedia itu, Akademi Swedia mengatakan, ''Dalam mencari jiwa melankolis kota asalnya, Pamuk telah menemukan simbol-simbol baru ketidakserasian dan jalinan kebudayaan.'' Pamuk baru beberapa bulan lalu diadili atas tuduhan menghina ''Turkishness''. Dia merupakan penulis pertama di dunia muslim yang mengecam fatwa terhadap Salman Rushdie, penulis Ayat-ayat Setan. Akademi itu menjelaskan, terobosan internasional Pamuk dilakukan lewat buku ketiganya, ''Beyaz Kale'' atau ''Kastil Putih'', novel historis tentang hubungan budak Venetian dengan cendekiawan muda yang membelinya, identitas mereka kemudian secara bertahap kabur. Menurut Akademi Swedia, dalam tulisannya Pamuk sering bermain-main dengan ide sendiri atau rangkap, tema-tema yang muncul lagi dalam karya berikutnya, ''Kara Kitap'' atau ''Buku Hitam''. Dalam buku tersebut, tokoh utamanya menyelusuri Istanbul untuk mencari istri dan adik angkatnya. Dia kemudian bertukar identitas dengan mereka. Novel terlaris Pamuk antara lain ''My Name is Red'' dan ''Snow''. (rtr-niek-26) |