| Jumat, 13 Oktober 2006 | EKONOMI |
Kegiatan Dunia Usaha MeningkatSOLO-Perkembangan kegiatan dunia usaha di wilayah eks karesidenan Surakarta pada triwulan III/2006 mengalami peningkatan, dibanding triwulan sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih (SB) triwulan III/2006 mencapai 29,03%. Angka itu lebih tinggi bila dibandingkan dengan SB triwulan II/2006 yang mencapai 12,02 %. Peningkatan kegiatan usaha periode triwulan III/2006 terjadi pada seluruh sektor ekonomi yaitu sektor pertanian, industri, bangunan, perdagangan, pengangangkutan, keuangan dan jasa. Pemimpin KBI Solo Sutikno mengatakan, faktor utama pendorong kegiatan usaha tersebut adalah adaya panen raya, realisasi proyek pemerintah, event-event nasional yang diselenggarakan di Surakarta serta meningkatnya permintaan barang kebutuhan pokok menjelang lebaran. Peningkatan usaha subsektor tanaman pangan mencapai SB 100% diakibatkan masih berlangsungnya panen raya dan adanya perbaikan kualitas hasil panen. "Meskipun pelaku ekonomi mengkhawatirkan masuknya beras impor di wilayah Surakarta, yang secara langsung akan menekan harga beras lokal, namun belum mempengaruhi kegiatan usaha secara signifikan,"kata Sutikno, kemarin. Sedangkan peningkatan subsektor makanan dan minuman yang SB-nya mencapai 40% dan subsektor tekstil 100%, hal tersebut terkait dengan meningkatnya pesanan untuk persiapan Lebaran. Meskipun permintaan barang-barang meningkat, tetapi hal itu tidak disertai dengan kenaikan harga yang signifikan. "Produsen belum dapat menaikkan harga jual produk untuk mengimbangi kenaikan harga bahan baku dan bahan penolong. Itu antaralain karena daya beli masih lemah," katanya. Meningkat Kenaikan di subsektor perdagangan dan perhotelan, terutama diakibatkan meningkatnya permintaan barang kebutuhan terutama sembilan bahan pokok dan banyaknya event-event pemerintah maupun swasta. Berbagai event itu antaralain Festival Kraton Nusantara (FKN), pameran produk UMKM dan pameran-pameran komersial lainnya. Disamping ada peningkatan, subsektor lainnya ada pula yang mengalami penurunan. Subsektor ekonomi yang mengalami penurunan antaralain peternakan yang SB-nya mencapai minus 100%. "Hal ini karena pengaruh sulitnya memenuhi kebutuhan pakan ternak akibat musim kemarau," katanya. Subsektor lainnya yang juga mengalami penurunan adalah barang kayu yang SB-nya mencapai minus 25% dan subsektor restoran yang SB-nya mencapai minus 100%. Di sektor barang kayu hal tersebut disebabkan samakin sulitnya pasokan bahan baku dan di sektor restoran karena belum pulihnya daya beli. (bt-59) |