| Kamis, 12 Oktober 2006 | NASIONAL |
Sayid Muhammad Lahirkan Banyak Ulama IndonesiaRIBUAN orang dari berbagai daerah, Senin sore lalu menghadiri Haul Ke-2 Prof Dr Abuya Sayid Muhammad bin Alawi AlMaliki AlHasani. Acara tersebut digelar di Masjid Pondok Pesantren Al-Hikmah-1, Benda, Sirampog, Brebes. Jamaah pria berada di dalam dan halaman masjid, sementara jamaah putri di halaman madrasah di kompleks itu. Pengasuh pondok KH Labib Shodiq Suhaimi yang pernah menjadi santri Sayid Muhammad menjelaskan, haul Abuya tidak hanya digelar di pondoknya, tetapi hampir seluruh santri dan ulama yang pernah berhubungan dengan Sayid juga mengadakan acara serupa. Sebutlah KH Taefur Mawardi dari Purworejo menggelar haul tiga hari lalu. Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Masruri Mughni berencana mengadakan haul Sayid Muhammad, Kamis sore ini (12/10) di halaman pesantrennya. Bersamaan dengan itu, juga diadakan haul ke-7 istrinya, Nyai Hj Maryam binti Cholil dan putra-putrinya yang telah wafat. Habib Sholeh Basalamah, Jatibarang Brebes juga akan mengadakan haul pada Jumat mendatang (13/10). ''Hampir semua santri dan ulama yang berhubungan dengan Sayid menggelar haul,'' tutur Gus Labib. Upacara ditandai dengan pembacan tahlil dan yasin serta puji-pujian. KH Taefur Mawardi, KH Habib Shaleh Basalamah, dan KH Masruri Mughni menyampaikan mauizah khazanah. Pada awal acara, KH Labib Shodiq membacakan riwayat singkat Sayid Muhammad. Wafat ''Ayah Sayid juga kakeknya, banyak melahirkan ulama Indonesia. Mereka kini rata-rata mengasuh pondok pesantren dan aktif di organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama,'' ungkap dia. Ia wafat pada 15 Ramadan 1425H, bertepatan 29 Oktober 2004. Meninggalnya ulama kelahiran Makkah tahun 1943 (1362H) itu cukup mengejutkan warga Kota Makkah, khususnya para mukimin Indonesia yang tinggal di Kota Suci itu. Sebab, ulama yang menjadi panutan para kiai di banyak negara ini, sebelum mengembuskan napas terakhir, masih menunaikan shalat subuh di kediamannya. Ketika jenazah Sayid Muhammad hendak dishalatkan di Masjidil Haram, ribuan warga Kota Makkah bergantian mengusung jenazahnya. (Agus Fathuddin Yusuf-64m) |