| Kamis, 12 Oktober 2006 | NASIONAL |
Pelebaran Jalur Pantura Terkendala Peralatan
BREBES - Untuk membantu kelancaran arus mudik Lebaran, sejumlah daerah di jalur pantai utara (pantura) melakukan serangkain persiapan, mulai dari perbaikan jalan, penataan rambu lalu lintas, menyiapkan jalur alternatif, hingga membuat pos pengamanan. Di Kabupaten Brebes, Dinas Perhubungan bersama Polres setempat melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kemacetan dan kecelakaan. Di antaranya, penanganan terhadap pasar tumpah yang ada di sepanjang jalur pantura dan jalur selatan, menyiapkan jalur alternatif dan memasang rambu-rambu. Untuk mengatasi penumpukan arus, disiapakan empat jalur alternatif. Dua di antaraanya disiapkan untuk pemudik tujuan Semarang, yakni melalui jalur Bojongsari-Slawi dan Losari-Slawi. Untuk tujuan Purwokerto, Kembumen, dan Yogyakarta, menggunakan jalur alternatif Bojongsari-Paguyangan dan Losari-Paguyangan. Pengawas Jalan Pemalang-Pekalongan PU Bina Marga, Rasbadi mengatakan, penyelesaian proyek pelebaran jalur pantura terkendala oleh terbatasnya jumlah peralatan. Akibatnya, pekerjaan tidak bisa selesai pada H-10 Lebaran. Meski proyek pelebaran jalan pada H-10 Lebaran belum selesai, pada H-7 jalur itu sudah bisa dilewati. Menurut dia, keterbatasan alat tersebut menyangkut kurangnya tempat pengaduk beton. Truk molen yang disewa dari PT Jati Kencana di Babadan, Tegal, dan Batang, jumlahnya hanya empat unit. Padahal, frekuensi penggunaannya membutuhkan puluhan unit. Untuk jalur di Kota Tegal, juga sudah siap dilalui pemudik. Sebagian besar kondisi jalan sudah mulus, meski ada beberapa titik masih bergelombang, seperti di depan Pasar Anyar atau Pasar Martoloyo. "Kondisi demikian tidak terlalu jadi kendala, namun pemudik harus selalu waspada dan berhati-hati," ujar Kasat Lantas Polresta Tegal, AKP I Ketut Sudana. Kapolres Tegal, AKBP Drs Asep Suhendar MSi melalui Kasat Lantas, AKP Alkaf Chaniago SH mengatakan, untuk membantu kelancaran arus mudik di wilayah Kabupaten Tegal pihaknya memasang barikade di jalur pantura, terutama di pelebaran jalan dari dua lajur menjadi tiga lajur di Desa Demangharjo. Kecamatan Warureja. Apabila terjadi kemacetan, sudah disiapkan sejumlah jalur alternatif. Untuk kemacetan di wilayah Suradadi, arus lalu lintas dari Jakarta ke timur dapat dialihkan melalui jalur Munjungagung-Kramat-Tarub-Balamoa-Kebandingan-Kedungjati-Warureja-Babadan-Pemalang (berjarak sekitar 20 kilometer). Jika terjadi kemacetan di wilayah Warureja, akan dilakukan sistem buka tutup. Apabila masih macet, kendaraan akan dialihkan melalui jalur Munjungagung-Kramat-Tarub-Balamoa-Pangkah-Jatinegara-Randudongkal-Pemalang (berjarak sekitar 25 kilometer). Sementara itu untuk membantu kelancaran lalu lintas, Pemkab Tegal juga memperbaiki jalur alternatif yang rusak. Kabag Bina Marga DPU Pemkab Tegal, Ir Tontjo mengatakan, untuk perbaikan jalan Balamoa-Bader sepanjang 100 meter rencananya akan menggunakan kontruksi beton rigit, dan ruas jalan lainnya dengan sistem mentenen. Diperkirakan, perbaikan di jalur alternatif tersebut selesai H-7 Lebaran. Pekalongan-Plelen Perbaikan jalan juga dilakukan di jalur Pekalongan-Plelen sepanjang kurang lebih 45 kilometer. Pekerjaan yang dilakukan antara lain mengganti struktur jalan yang rusak. ''Ada tiga ruas yang direkonstruksi, yaitu U-Turn (perputaran) Jrakahpayung-Subah, Tulis, serta antara Matangan sampai dengan depan Terminal Kota Pekalongan,'' ujar Kepala Bagian Pelaksana Kegiatan Pembangunan Jalan Pekalongan-Plelen Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum, H Ateng Johari. Dia menjelaskan, material yang digunakan sebagai pengganti pada pekerjaan rekonstruksi itu terdiri atas lapis pondasi (hotmix) dengan ketebalan antara 18-22 cm. Selanjutnya ditambah lagi dua lapis sebagai penutup.(bs,H17,H3,H4,sf,ar-46a) | ||||