logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 12 Oktober 2006 INTERNASIONAL
Line

Israel Serang Rumah Anggota Parlemen Hamas

GAZA - Serangan rudal Israel menghantam rumah seorang anggota parlemen Palestina yang berasal dari kelompok Hamas di Gaza Rabu kemarin. Namun Israel berdalih, serangan itu bertujuan menghancurkan pabrik perakitan senjata.

Dalam insiden terpisah, pasukan Israel menewaskan dua orang Palestina di perbatasan Gaza dan Tepi Barat. Saksi mata menjelaskan, korban adalah warga sipil. Militer Israel beralasan, korban sebelumnya memasang bom.

Belum ada laporan mengenai jumlah korban dalam serangan rudal di rumah anggota parlemen Mariam Farhat di Gaza. Farhat alias Umm Nidal merupakan wanita politikus yang sangat populer di Gaza. Tiga putranya telah meninggal selama perlawanan intifada.

Warga setempat sebelumnya telah diperingatkan mengenai serangan itu. Rumah Farhat itu rusak berat. Israel sering menyerang bangunan-bangunan yang menurutnya dimanfaatkan oleh militan Palestina.

''Memang ada serangan rudal ke sebuah gudang penyimpanan senjata dan pabrik perakitan bom,'' kata juru bicara militer Israel

Rekaman Video

Farhat terpilih sebagai anggota parlemen dalam pemilu Januari lalu. Namanya menjadi populer sejak penayangan rekaman video tentang putranya yang menyerang permukiman Yahudi pada 2000. Mohammed (17), putra Farhat, menewaskan lima orang Israel, sebelum dia tewas ditembak serdadu Israel.

Israel mengosongkan permukiman Jalur Gaza pada September 2005. Namun militer Yahudi menyerang wilayah itu Juni lalu setelah seorang serdadunya diculik kelompok militan Palestina di perbatasan. Sejak itu, Israel juga menahan puluhan pejabat Hamas di Tepi Barat, termasuk menteri dan anggota parlemen.

Petugas medis di Nablus mengatakan, seorang warga Palestina tewas karena kepalanya ditembak saat dia berada di rumah menonton bentrokan senjata antara tentara Israel dan kelompok militan.

Militer Israel mengatakan, orang itu memasang sebuah bom di lokasi bentrokan.

Tentara zionis juga menewaskan seorang Palestina yang memakai bom sabuk saat menyeberangi perbatasan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel.

Pejabat rumah sakit Palestina menyatakan telah menerima satu jenazah warga Palestina dari Israel. Namun mereka menolak memberi tahu identitas jenazah itu.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA