| Kamis, 12 Oktober 2006 | BANYUMAS |
Jalur Masuk Ayam DiawasiCILACAP- Dinas Pertanian dan Peternakan (Dipertan) Kabupaten Cilacap, tengah mengawasi ketat pintu masuk bibit ayam (DOC) ke wilayah Cilacap. Langkah itu dilakukan karena saat ini sejumlah daerah di Jawa Tengah dinyatakan rentan flu burung. Pengawasan terutama dilakukan di pintu masuk perbatasan timur Cilacap, yang berbatasan dengan Kebumen dan Banyumas. Di sana ditempatkan petugas dari dinas tersebut. ''Bila diketahui ada angkutan yang membawa bibit ayam dan unggas lain, akan diperiksa,'' kata Kepala Dipertan Cilacap, Anton Santosa. Dia mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan tersebut tidak mengidap virus flu burung. Bila mengidap penyakit dilarang masuk Cilacap. Jumlah petugas yang disebar disesuaikan dengan pintu masuk perbatasan yang lebih dari tiga titik. ''Selain pengawasan model tersebut, juga dilakukan di peternakan yang ada. Sementara untuk peternakan domestik, biasanya baru ditangani bila ada laporan mencurigkan,'' ujarnya. Dari pengawasan yang dilakukan, sampai saat ini belum ditemukan kasus flu burung. Kalau ada laporan kematian ayam, bukan karena serangan penyakit flu burung. Selain itu, Dipertan juga melakukan tindakan disinfektan dan pemberian vaksin kepada peternak. Dengan demikian, diharapkan unggas-unggas dapat bertahan dari serangan penyakit yang mematikan tersebut. Selain vaksinasi, Dipertan juga memberi penyuluhan kepada peternak unggas, baik yang komersil maupun domestik. Dalam kesempatan itu, Anton mengatakan, selain mengawasi bibit unggas, Dipertan juga memantau masuknya daging glonggongan. ''Sama dengan pengawasan untuk flu burung, kami juga memantau daging glonggongan di Cilacap timur. Sebab, pintu masuk Cilacap dari sisi timur lebih longgar,'' tambahnya. (G21-55s) |