logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Oktober 2006 SEMARANG
Line

Kejati Pilih Tak Berkomentar

  • Soal Penyerahan Direktur Tensindo

SEMARANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) memilih tak berkomentar soal tindak lanjut penanganan kasus dugaan penganiayaan dengan tersangka Direktur PT Tensindo, Tjipto Siswojo alias Tjiang Bing Kwee, yang diambil alih Polda Jateng dari Polres Kendal.

Sikap seperti itu ditunjukkan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, M Salim SH, saat dimintai komentar soal kemoloran penyidik di Sat Opsnal III/Pidkor Polda menyerahkan berkas tahap kedua, berupa tersangka dan barang buktinya ke kejaksaan. "Hal itu merupakan tugas penyidik di kepolisian. Saya tidak bisa berkomentar banyak. Nanti setelah penyidik di kepolisian menyerahkan tersangka dan barang buktinya ke Kejati, baru saya berkomentar. Kalau bisa diserahkan cepat, tentu lebih baik," katanya.

Sebagai catatan, Kejati menyatakan berkas acara pemeriksaan (BAP) direktur Tensindo soal dugaan tindak pidana penganiayaan sudah dinyatakan lengkap (P21) sejak 23 Februari lalu. Beberapa bulan kemudian, penyidik di Sat Opsnal III/Pidkor tercatat telah berulang kali memanggil tersangka untuk diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) di Kejati. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil. Sebab, tersangka lewat pengacaranya menyatakan dalam kondisi sakit.

Kasat Opsnal III/Pidkor AKBP Sururi SH mengatakan, begitu melihat tersangka sejak 16 Agustus lalu sudah berobat jalan atau tidak dirawat di Rumah Sakit Polisi Pusat (RSPP) Sukanto, Kramat Jati, Jakarta, dia memanggil kembali tersangka pada Kamis 9 September lalu.

Namun, upaya menyerahkan tersangka beserta barang buktinya ke JPU di Kejati, kembali gagal. Pada awalnya tersangka minta penundaan waktu. Sampai akhirnya, tersangka kembali menyampaikan alasan sakit ke penyidik.

Atas kondisi itulah, empat personel dari penyidik di kesatuan itu dikirim ke RS Pondok Indah Jakarta untuk mengecek kebenaran laporan tersebut. Tim dipimpin Kompol Sudarto dengan anggota AKP Slamet Supriyadi, Aipda Agus Rohadi, dan Briptu Lilik Perdana.

Minta Jawaban

Keberangkatan empat personel Ditreskrim Polda Jateng itu juga membawa surat untuk meminta jawaban ke pihak rumah sakit tersebut. Jawaban yang diminta, antara lain soal penyakit yang diderita tersangka dan kondisi kesehatannya. Apakah dari sisi kesehatan, tersangka sudah bisa dihadapkan ke penyidik di Polda Jateng.

Sebagai catatan, kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan tersangka dengan korban Sapto Budi Riyanto (pekerja PT Tensindo, Kaliwungu), dan ditangani Polda Jateng, sebenarnya sudah cukup lama.

Kasus itu terjadi sekitar pukul 16.00, Selasa, 23 Maret 2003 . Saat itu korban sedang mendampingi tersangka di lokasi pabrik, kemudian terjadi penganiayaan.

Kepala korban diduga dibenturkan ke tembok hingga luka. Hal itu kemudian dilaporkan korban ke Polres Kendal, pada hari yang sama.

Namun dalam perkembangan penyidikan, kasus itu kemudian diambil alih atau ditangani Ditreskrim Polda Jateng. (D12,H21-18d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA