logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 01 Oktober 2006 NASIONAL
Line

Istikamah Hadapi Tantangan Global

GLOBALISASI adalah keniscayaan, tak bisa dibendung. Globalisasi ditandai dengan percepatan informasi dan kemajuan transportasi. Seakan-akan dunia tiada batas lagi. Namun, globalisasi memiliki sisi positif dan negatif. Jadi, umat Islam harus pandai memilah-milah sesuai dengan akidah Islam.

Itulah pesan Musman Tholib saat berceramah pada tarawih keliling putaran ketujuh Badan Amalan Islam (BAI) Provinsi Jawa Tengah di Kantor Pertamina Unit Pemasaran IV, Jalan Thamrin, Semarang, semalam. Hadir antara lain Kepala Pertamina Unit Pemasaran IV Sinung Drajat, beberapa wakil Muspida I, taruna Akpol, Akpelni, dan AMNI, serta warga masyarakat sekitar.

Musman menyatakan globalisasi juga ditandai dengan saling pengaruh antara satu dan yang lain. Pengaruh itu antara lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemenuhan kebutuhan hidup seperti makan, pakaian, dan seni, serta ideologi. Ideologi bisa berupa radikalisme, liberalisme, hedonisme, dan lain-lain. "Kita, umat Islam, harus memilih yang positif dan perlu kita serap dalam kehidupan. Dari beberapa contoh itu yang perlu kita serap adalah ilmu pengetahuan dan teknologi."

Namun ternyata yang paling banyak diserap bangsa Indonesia saat ini, ujar dia, adalah pola hidup dan ideologi hedonistis, radikalisme, dan liberalisme. Penyerapan ilmu pengetahuan dan teknologi masih jauh.

Karena itu dia berpesan agar umat Islam bisa hidup istikamah menghadapi era globalisasi sekarang ini. Dia menyitir hadis Nabi yang intinya mengajak umat Islam berpendirian teguh dan tidak goyah menghadapi godaan. (Moch Kundori-53)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA