logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 01 Oktober 2006 SEMARANG
Line

Balita Suspect AI Dirawat di RSUP Dr Kariadi

SEMARANG- Seorang balita mendapat perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi. Bimo Alamsyah (2 tahun 7 bulan), warga RT 04 RW 03 Dukuh Dawung Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen itu, diduga terjangkit flu burung. Dia dibawa keluarganya ke rumah sakit, Kamis (28/9), dengan keluhan panas, batuk, dan sedikit sesak napas.

"Sebelumnya pasien juga memiliki riwayat melakukan kontak dengan unggas yang mati tanpa penyebab yang jelas,'' kata anggota tim Emerging Infectious Desease (EID) dokter Dwi Wastoro Dadiyanto SpAK.

Gejala klinis yang dialami Bimo, menurut Dwi, mirip dengan flu burung. Sebagai bentuk kewaspadaan terhadap penyakit itu, pasien akhirnya mendapat perawatan layaknya flu burung. "Saat ini dia dirawat di ruang isolasi,'' kata dia.

Pada diri Bimo juga telah dilakukan pengambilan sampel darah dan pemeriksaan rontgen. Dari pemeriksaan darah menunjukkan bahwa leukosit dan trombositnya berada di atas batas normal.

"Biasanya penderita flu burung kandungan leukosit dan trombositnya menurun. Hanya saja, kandungan limpositnya sedikit berada di bawah batas normal,'' tuturnya.

Pernapasan Normal

Setelah dirawat beberapa hari, kondisi pasien sudah menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Suhu tubuhnya di bawah 38 derajat celcius dan laju pernapasannya normal. Selain itu, tidak menunjukkan tanda-tanda pneumonia (radang paru).

"Sedikit sesak napas yang sempat dialaminya, karena adanya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dari pemeriksaan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) diketahui pasien terkena radang tenggorokan,'' papar dia.

Meski belum dinyatakan positif terjangkit flu burung, Bimo tetap mendapat tamiflu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

Sementara itu, kemarin sejumlah petugas mendatangi tempat tinggal Bimo. Mereka memberikan penyuluhan seputar penyakit flu burung dan bagaimana mengantisipasinya. Petugas juga mengambil sampel darah dari enam unggas yang dipelihara tetangga korban.

Pada dua dari enam unggas tersebut dilakukan rapid tes. dari pemeriksaan tersebut diketahui bahwa kedua unggas itu bebas dari flu burung. Petugas belum mengambil sampel darah keluarga dan tetangga korban.

"Pengambilan sampel darah baru akan dilakukan jika hasil tes darah unggas tersebut dinyatakan positif,'' kata Kasi Hewan Dinas Pertanian Kota Semarang dokter hewan Totok Susanto. (H31-37)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA