| Sabtu, 30 September 2006 | OLAHRAGA |
PSISAsep Disiapkan Melapis RidwanSEMARANG- Pemain muda Asep Winarso memastikan diri bergabung dengan PSIS untuk musim kompetisi 2007. Anggota tim PSIS Yunior yang menjuarai kompetisi Piala Suratin pada 2004 itu direkrut setelah mendapatkan rekomendasi pelatih Bonggo Pribadi. Pada musim lalu, dia membela klub Mitra Kukar, Tenggarong, Kaltim, yang berlaga di Divisi I Liga Indonesia. Manajer Teknik Setyo Agung Nugroho mengungkapkan, mantan pemain timnas U-20 tersebut diproyeksikan untuk melapis sayap kanan M Ridwan. Asep disebutnya resmi masuk skuad Mahesa Jenar setelah status kontraknya di klub lama dipastikan berakhir. "Dia direkrut bersama-sama Basuki dan Fahrudin. Kami tentu berharap dia bisa berkembang dan tak segan bersaing dengan pemain lain menunjukkan kemampuan," kata Agung. Menurutnya, Asep merupakan pemain serbabisa. Ketika masih bermain untuk Mitra Kukar, pesepak bola asal Banyumas itu dipercaya pelatih Ivan Kolev di posisi bek kanan. Arsitek tim asal Bulgaria itu memang selalu memasang formasi 4-4-2. Sedangkan posisi stoper biasa ditempati Asep saat bermain untuk PSIS Yunior, timnas U-20, dan Persiba Balikpapan. Operasi Agung juga menyebut postur Asep sangat memadai dengan perannya sebagai pemain belakang. Dengan tinggi badan 175 cm dan berat 70 kg, fisiknya menjadi modal penting dalam mengawal barisan pertahanan. Kemampuan membaca bola pun menjadi salah satu keunggulan lain yang dimilikinya. Saat disinggung mengenai operasi pencabutan pen yang bakal dijalani gelandang Julian Kusuma minggu depan, Agung berharap cedera yang pernah menimpa pemain muda tersebut tak bermasalah kembali. Dalam penilaiannya, cedera Julian akan membaik seiring keinginan kuat dari mantan pemain PSIS Yunior itu untuk segera bermain. Dihubungi terpisah, dokter Joko Trihadi yang mendampingi Julian selama masa penyembuhan mengemukakan, pemulihan setelah operasi pencabutan pen hanya memakan waktu sebulan. Selain mengeringkan luka- nya, dalam periode waktu tersebut Julian juga harus melakukan fisioterapi. ''Itu penting agar kakinya tidak panjang sebelah. Otot-otot kaki kirinya perlu dilatih agar sama dengan kaki kanannya,'' ujar dokter internis yang mengetuai Panser Palang Merah (Palmer) ini. ''Perkiraan kami, Julian baru bisa latihan lagi awal November. Sambil jalan, kepercayaan dirinya juga akan kami pulihkan agar dapat kembali bermain secara normal,'' ujarnya. (H29, H13-22) |