| Sabtu, 30 September 2006 | OLAHRAGA |
Villa Mengejar KemustahilanLONDON- Tugas ekstraberat dipanggul pasukan Martin O'Neill jika mereka ingin mempertahankan rekor sukses sebagai tim tak terkalahkan pada awal liga musim ini. Pada hari Sabtu (30/9), Aston Villa harus menghadapi Chelsea di Stamford Bridge. Bagi Milan Baros dkk, Chelsea bukan lagi sebuah kerikil, tapi sudah menjadi bagai gunung yang nyaris tak mungkin lagi tertaklukkan. Dua musim terakhir, Villa selalu menuai hasil jeblok setiap kali melawat ke kandang juara bertahan itu. Mereka juga tidak pernah menang saat main di kandang melawan The Blues semenjak masuknya triliuner Rusia, Roman Abramovich ke Stamford Bridge. Musim ini, The Villans sebenarnya telah menjelma menjadi kekuatan baru. Dari enam pertandingan yang sudah lewat, mereka tak terkalahkan. Kedatangan Martin O'Neill memang telah mengubah wajah klub tersebut. Pelatih asal Irlandia Utara itu mempermak klub kota Birmingham ini menjadi lebih dinamis meski tanpa pemain bintang. Villa menjadi satu dari dua tim, di samping Everton, yang belum pernah kehilangan angka. Tiga kemenangan dan tiga hasil imbang membawa Baros dkk bertengger di posisi lima klasemen dengan poin 12. Fakta itu jelas memberikan pesan bahwa sepak terjang Villa sebenarnya tak bisa dipandang sebelah mata. Di partai pembuka, Arsenal mereka paksa "meresmikan" kandang barunya - Emirates Stadium dengan hasil imbang 1-1. Newcastle United dan Charlton menjadi korban selanjutnya Villa. Namun di depan Chelsea, akankah keperkasaan itu bertahan? "Chelsea memiliki pemain dengan talenta hebat. Mereka bisa membuat kemenangan menjadi sebuah rutinitas. Orang masih terus berpikir siapa yang bisa menghentikan itu," puji O'Neill untuk calon lawannya. "Tapi kami juga memiliki pemain-pemain yang selalu bekerja keras. Itu kunci mengapa kami bisa sebaik ini. Pemain bagus saja tak akan cukup jika mereka tidak bisa bekerja keras. Kami akan melakukannya di Stamford Bridge." Butuh lebih dari kerja keras untuk menaklukkan Chelsea di kandangnya sendiri. Tapi, dengan motivasi sebagai tim yang pernah membuat Arsenal "meresmikan" stadion barunya dengan hasil imbang, Villa tentu tak mau menyerah begitu saja. Shevchenko Di kubu tuan rumah, penyerang utama mereka tengah dilanda frustrasi. Sementara Didier Drogba makin lancar menuai gol, Andriy Shevchenko -yang didatangkan dari AC Milan dengan nilai lebih dari 30 juta poundsterling- masih harus berjuang keras menemukan ketajamannya. Kontribusi Shevchenko kembali dipertanyakan setelah Drogba mencetak hattrick untuk memberi kemenangan 3-1 Chelsea atas Levski Sofia di ajang Liga Champions, Kamis lalu. Pada pertandingan tersebut, Sheva memiliki dua peluang untuk mengukir gol, tapi tak satupun berhasil diwujudkan. Dia baru membuat satu gol bersama The Blues sejak dibeli dari AC Milan. Beruntung Jose Mourinho tak punya niat untuk mencampakkannya. "Dia membutuhkan itu (gol). Saya bisa katakan - untuk menghentikan Anda mempertanyakannya - bahwa selama tidak membuat gol maka dia akan selalu dimainkan di pertandingan berikutnya," tegas Mourinho. "Dia akan berada di line up. Tak ada kursi cadangan untuk Shevchenko." (rtr,F3-40) |