| Sabtu, 30 September 2006 | NASIONAL |
Tarif Tuslah untuk Bus Ekonomi
SEMARANG- Departemen Perhubungan saat ini sedang memikirkan kemungkinan untuk memberlakukan tarif tuslah angkutan Lebaran bagi bus antarprovinsi kelas ekonomi. Jika rencana itu terealisasi, maka tarif tuslah itu hanya sekitar 5 %. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Iskandar Abubakar, Jumat (29/9) saat meninjau Terminal Terboyo. Dia menyatakan, pengumuman tarif tuslah itu akan disampaikan pemerintah masa angkutan sebelum lebaran. "Untuk saat ini memang belum ada kenaikan tarif," kata dia. Dia juga meminta agar para pengusaha bus tidak menaikkan tarif di luar ketentuan. PO bus juga diminta memberikan pelayanan sebaik-baiknya, termasuk mengantar penumpang sampai ke terminal tujuan. Jika ada yang melakukan pelanggaran sampai menelantarkan penumpang, dia menyatakan akan mengambil tindakan tegas. "Tahun lalu sudah ada 27 bus yang saya cabut izinnya," tambah dia. Dalam kunjungan itu, Iskandar juga berdialog dengan para sopir dan penumpang. Dari dialog itu diketahui, bus-bus antarprovinsi masih ada yang menerapkan tarif batas bawah. Baik Beberapa pengemudi yang ditemuinya juga mengeluhkan kemacetan di Jalan Kaligawe. Berkaitan dengan hal itu, Iskandar mengatakan bahwa rata-rata kondisi jalur pantura sudah lebih baik dibanding tahun lalu. Saat ini, rata-rata lebar jalur sudah empat lajur. Kondisi ini, bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas. Dia juga memprediksikan bahwa pada masa angkutan Lebaran tahun ini, banyak pemudik akan beralih ke pesawat terbang. Hal itu bisa dimaklumi, karena tarif pesawat saat ini relatif murah dan waktu tempuhnya lebih cepat dibanding dengan angkutan darat. Selain itu, pemudik yang menggunakan mobil pribadi, kemungkinan turun 7 %. Sebaliknya, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor justru naik hingga 50 %. Padahal, sepeda motor merupakan angkutan yang paling berisiko dibanding dengan jenis kendaraan lain. Untuk itu, dia meminta agar pemudik yang menggunakan sepeda motor bisa lebih berhati-hati. Mereka diminta menghidupkan lampu walaupun berjalan pada siang hari. Selain itu, saat menempuh perjalanan, sebaiknya tidak membawa beban terlalu berat. "Ingat, sepeda motor adalah kendaraan yang paling tidak stabil," ujar dia. Kereta Api PT Kereta Api (KA) menyiapkan 1.239 gerbong kereta untuk kebutuhan angkutan mulai H-10 sampai H+10 Lebaran tahun ini. Anggota Komisi V DPR RI Taufik Kurniawan mengemukakan, kebutuhan itu telah disetujui Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan dalam rapat kerja dengan Komisi V, belum lama ini di gedung DPR. "Kebutuhan gerbong sebanyak itu untuk mengantisipasi kenaikan penumpang kereta api. Diperkirakan, jumlah penumpang meningkat 5 %," ungkap juru bicara Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di Komisi V ini kepada Suara Merdeka, Jumat (29/9). (G6, G17-60, 41m) | ||||