| Sabtu, 30 September 2006 | NASIONAL |
Puasa, Kunci Hadapi PersoalanSEMARANG-Bulan puasa merupakan bulan yang penuh rahmat. Melalui puasa pula kesempatan untuk melebur kesalahan dan dosa terbuka lebar. Di bulan tersebut umat Islam diwajibkan untuk menahan segala hawa nafsu yang bisamembatlakn ibadah puasa. Demikian disampaikan Sekda Provinsi Jawa Tengah H Mardjijono SH dalam tarawih Keliling Badan Amalan Islam (BAI) Provinsi Jateng putaran VI, Jumat (29/9). Acara yang diselenggarakan di auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes) Jl Kelud Raya itu juga dihadiri Penjabat Rektor Prof Dr AT Soegito. Mardjijono menyampaikan ceramah mengambil tema ''Puasa Mendidik Jiwa Patriot dan Sifat Nasionalisme''. ''Puasa merupakan kunci sukses untuk menghadapi segala persoalan,'' tandasnya. Hal-hal yang dilakukan saat puasa membuat diri kita menjadi lebih bisa memahami arti kehidupan. Menahan lapar, misalnya. Ini akan menjadi proses pembelajaran masyarakat untuk lebih peduli pada kaum dhuafa. Menahan amarah juga akan membuat umat melatih kesabaran. Melalui kesabaran akan melihat persoalan-persoalan yang dihadapi dengan pemikiran lebih jernih. AT Soegito menjelaskan, sikap ataupun amalan terpuji yang dilakukan selama puasa hendaknya juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti, tidak cukup dilakukan selama bulan puasa. "Jika amalan dan sikap itu dilakukan selama 12 bulan, segala persoalan yang dihadapi bangsa ini akan dapat teratasi. Segala pertikaian dan perseteruan yang ada tak akan lagi mewarnai kehidupan bangsa Indonesia seperti yang terjadi sekarang ini," tutur. (H31-60) |